Senin, 23 November 2015

CERITA DIBALIK TFT batch 16

 BAGIAN 1:
Bersyukur  saya masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan peserta Training For Trainer PAUD Nasional untuk batch 16.  Selalu ada cerita dibalik sebuah peristiwa dan pengalaman. Walaupun kala itu saya tidak bisa membantu di tim GURAME (Guru Asyik Menyenangkan) secara full 3 hari, tapi Alhamdulillah masih bisa ikut gabung di hari terakhir yaitu hari Ahad, 22 November 2015. Kala itu training selama 3 hari dilaksanakan di obyek wisata alam Kalibiru Kulonprogo. Selama gabung di tim GURAME rasanya selalu banyak pengalaman dan wawasan baru.
Pelatihan kali ini sungguh luar biasa, karena untuk menjangkau tempat pelatihan harus melewati medan yang luar biasa dan tidak mudah. Acara training GURAME memang berbeda dari yang lainnya. Untuk saat ini, tim memang mengemas bentuk pelatihan yang fun dan menyatu dengan alam, jadi jangan dibayangkan acara pelatihan yang berada di gedung pertemuan hotel yang mewah dan sejenisnya. Inilah yang membuat peserta pelatihan makin berkesan dengan pelatihan ini. Bahkan, ada peserta TFT yang sudah ikut pada pelatihan sebelumnya, masih ikut lagi di acara TFT berikutnya. Subhanallah..
Satu hal lagi yang unik dari pelatihan kemaren adalah antusias peserta dari yang muda sampai tua yang luar biasa. Peserta pelatihan ternyata tidak hanya yang muda saja, tapi yang sudah lanjut usia pun masih semangat untuk ikut TFT dan belajar bersama. Bahkan ada peserta yang sudah kepala 6 atau 7 yang masih ikut pelatihan. Ini saya kira hal yang luar biasa. Semangat menuntut ilmu memang tak ada batasan usia. Inilah satu hal yang bisa kita petik hikmahnya, yang sudah bisa dibilang tua pun masih semangat untuk terus belajar dan terus belajar. Semangat jiwa muda masih tertanam  dalam jiwanya. Mestinya kita mesti berkaca dari beliau-beliau, kita sebagai genarasi muda harusnya tak loyo dan terus menuntut ilmu, mencari bekal untuk hidup di dunia dan akhirat.
Kegiatan TFT pada hari terakhir adalah outbond dan memang melibatkan aktifitas fisik. Tapi nyatanya para peserta dari muda sampe tua bisa menakhlukkan  tantangan yang menguji andrenalin. Sama dengan hidup kita, pastinya banyak tantangan dan cobaan. Namun, apakah kita harus mundur menghadapi tantangan yang berat? Tentu tidak, tantangan untuk dihadapi bukan untuk dihindari. Sebuah masalah harus diselesaikan. Lari dari masalah tak akan menyelesaikan masalah. Betulkah begitu sobat?
Untuk menakhlukkan tantangan-tantangan itu, kita perlu sebuah keyakinan yang kuat, menghilangkan ketakutan dan tentunya harus percaya diri dengan kemampuan kita. Yakin, pasti bisa. Dalam hal ini ada yang namanya visualisasi. Untuk bisa sukses menakhlukkan itu semua, selain keyakinan yang kuat maka kita bisa membayangkan atau bisa menvisualisasikan kita bisa melalui tantangan itu dengan sukses. Jangan sampai terbersit dalam pikiran kita ketidakmampuan dan kegagalan. Pikiran negatif yang kita munculkan membuat keyakianan itu musnah dan kalau sudah demikian maka  kegagalanlah yang akan terjadi. Maka yakinlah, bahwa segala sesuatu, tantangan dan ujian  dengan izin Allah akan bisa diselesaikan syaratnya kalau kita mau meyelesaikannya dengan sungguh-sungguh. Tentunya sebagai manusia usaha merumakan hak penting yang harus dilakukan, lalu bagaimana ketika gagal? Toh memang terjadang Allah berkehendak lain. Bukanlah kegagagalan adalah kesuksesan yang tertunda, maka bangkitlah kembali, takhlukkan tantangan itu. 
Itulah beberapa sekelumit catatan tentang TFT kemaren. Tentunya para peserta tak akan menyesal mengikuti event ini. Tak hanya ilmu yang didapat tapi juga banyak kenangan yang dibawa pulang oleh para peserta. Untuk itu, bagi yang belum ikut TFT, segera siapkan mental Anda dan nantikan TFT selanjutnya di bulan Februari…!!!!


      




BAGIAN 2:

(Ini hanyalah foto ilustrasi, kebetulan waktu itu saya tidak
sempat mengabadikan gambarnya.O 
Sepulang dari TFT kemaren, Ahad 22 November 2015 ada hal yang luar biasa yang kualami. Tepat ketika perjalananku dari Kulonprogo ke Jogja ada sebuah peristiwa yang bisa dibilang mengharukan bagiku..hmm..
Teng teng…kira –kira apa ya..!!!
Ya..kala itu ketika perjalanan  ke Jogja terlihatlah dari kejauhan seorang anak kecil yang sedang berdiri menawarkan koran di sebuah perempatan lampu merah. Koran-koran…!!! Koran-koran,…!!! “begitulah kira-kira perkataanya. Terlihat raut wajahnya yang begitu memelas ditambah sengatan sinar matahari yang begitu panas yang membuat kulitnya hitam mengkilat. Dengan seketika membuatku iba dan haru, karena memang belum ada yang membeli koran itu, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Pingin rasanya membelinya, tapi karena lampu hijau sudah menyala aku harus melajukan kendaraanku karena memang posisi kendaraaku ada di tengah. Setelah kendaraanku melaju menerobos lampu hijau, terbersit dalam pikiranku untuk kembali menjumpai anak itu. Akhirnya apa..karena  memang hatiku tidak tenang akhirnya aku kembali ke perempatan lampu merah untuk menjumpai anak itu.
Alhamdulillah aku bisa berjumpa dengan anak itu dan kuajak pelan-pelan ngobrol. Ternyata sungguh membuatku terharu,  dia masih kelas I SD. Karena rasa ibaku, akhirnya aku mencoba untuk membuatnya senang dengan mencoba membeli semua korannya yang waktu itu masih ada 6 buah. Betapa senangnya hati anak itu. Terlihat senyum ceria dan kepuasan yang luar biasa ketika bisa menjual koran itu. Aku benar-benar bisa merasakan kebahagiannya karena memang aku juga pernah mencoba sebuah profesi itu. Kala itu aku mahasiswa semester 6 juga berjualan koran di perempatan lampu merah. Selama ini, itulah sebuah prosesi paling mengesankan dalam hidupku. Makanya, ketika melihat orang berjualan koran di perempatan, otakku langsung menuju ke memori masa lalu dan akhirnya sebuah iba dan rasa kasihan yang muncul. Ya..memang menurutku sebuah profesi yang menantang.
Aku mencoba menghiburnya dengan permainan sulap seadanya yang ku bisa. Ternyata…subhanallah, betapa senangnya anak itu. Senyumnya sungguh lepas dan masih terbayang sampai saat ini. Terlihat ternyata memang anak ini kurang hiburan dan kasih sayang. Bagaimana tidak,  setelah ku menggali informasi, ternyata setiap pulang sekolah dia harus menyusul ibunya untuk membantu menjualkan koran. Ayah ibunya memang sama-sama seorang penjual koran di perempatan lampu merah.  Ketika hari Ahad, dia harus berjualan dari pagi hingga menjelang sore. Subhanallah…terharu sekali  aku mendengar cerita anak ini.  Masih usia di bawah umur sudah membantu bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Hmm..hebat banget.
Anak ini pantang minta-minta, tapi tetap bekerja. Inilah yang ku salut dari dia. Tak ada rasa malas untuk menjemput rezeqi. Lalu, bagaimanakah dengan kita…sudahkah kita bersemangat menjemput rezeqi dan menatap masa depan yang cerah. Kita memang perlu mengoreksi diri, ternyata selama ini kita belum memaksimalkan usaha kita. Bagiku dia adalah motivatirku. Menginspirasiku untuk terus maju, bangkit dan pantang menyerah. Begitulah kira-kira…
Setelah sedikit banyak mengobrol aku mencoba mengantarkannya untuk menemui orangtuanya. Tenyata tidak jauh dari lampu merah itu terlihat sosok ibu separuh baya dengan pakaian dan penampilan seadanya sedang duduk di trotoar sambil menimang seorang balita. Sosok ibu ini adalah ibu dari anak kecil tadi yang namanya Lukas. Setelah berbincang bincang, ternyata ibu ini adalah orang Sidomulyo, Purworejo. Betapa terkejutnya aku, ternyata beliau juga orang Purworejo. Lalu kutegaskan kalau aku juga orang Purworejo. Ibu ini mempunyai 3 orang anak, Lukas yang baru kelas David kelas 1 SMP , Lukas 1 SD, dan yang terakhir masih balita. Karena iba,  kuberikan rezeqi yang ku punya untuk ibu ini untuk keperluan rumah tangga. Subhanallah, sang ibu ini terharu dan mendoakan macam2. Dalam hatiku semakin terharu. Hiks.
Aku juga mencoba menebar tawa kepada 3 anak ini dengan beberapa obrolan hangat dan permainan sulap. Subhanallah…masih terbayang senyum itu. Betapa bahagianya mereka. Kucoba tanamkan karakter2 positif dalam diri anak ini. Betapa bahagianya bisa menghibur mereka. Namun, waktu terus berjalan dan tak mungkin aku terus berada di situ. Aku pun berpamitan, namun seakan mereka tidak mau melepas kepergiaku. “Mas..lain kali maen kesini lagi ya mas.” Bener ya mas, kapan-kapan maen lagi ! Sapa Lukas dengan penuh harap. Aku pun berpamitan dan akhirnya kita berpisah. Tampak mereka melambaikan tangan mengucapkan salam perpisahan.
Terimakasih, atas pengalaman yang berharga ini Ya Allah. Semoga menjadikan diri kita semakin bersyukur ata nikmatNya dan pantang menterah menghadapi segala tantangan dan ujian yang menghadang. Teruslah belajar dan berproses menggapai masa depan yang gemilang.

Jogja, 24 November 2015

Rabu, 14 Oktober 2015

ANEKA ICE BREAKER KREATIF

Ice breaker merupakan sebuah cara untuk memecah kebekuan dalam sebuah acara atau kegiatan, baik itu pada pelatihan/ training, pembelajaran di kelas atau di luar kelas. Kebekuan yang dimaksud adalah rasa jenuh yang dialami oleh para siswa dan peserta ketika mengikuti sebuah acara atau kegiatan.
Dengan ice breaker maka siswa/ peserta akan kembali fokus/ konsentrasi untuk mengikuti acara/ kegiatan mengingat tingkat fokus siswa/ peserta terbatas. ice breaker digunakan ketika kondisi kelas atau acara pada pelatihan sudah mulai jenuh, tegang, mulai terlihat rasa ngantuk, sudah tidak nyaman dengan kita, fokus pada yang lain dan sebagainya.
Dibawah ini ada beberapa contoh ice breaker yang penulis dapatkan dari pelatihan dan buku. Kami sampaikan terimakasih kepada Kang Deden, Kak Kusumo, Kak Pranowo, Kak Ruri  guru-guru  dan teman-teman penulis yang lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah mengajarkan ilmunya, semoga juga bisa tularkan kepada orang lain sehingga menjadi semakin manfaat dan menjadi sebuah amal jariah.
1.    Tepuk Konsentrasi
     Tepuk Konsentrasi…!!!
     KON-SEN-TRA-SI
     MARI- KONSENTRASI
     KON- SEN-TRASI - DIMULAI
     Prosedur:
     Guru/fasilitator mengatakan Tepuk Konsentrasi…!!!, lalu siswa mengikutinya dengan          tepuk, gerakan dan ucapan.
     Kata KON      = tepuk sekali,
     SEN               = tepuk kedua paha
     TRA              =  angkat tangan kanan, smbil petik jari kanan
     SI                 = angkat tangan kiri, smbil petik jari kiri
     Lanjutkan sampai akhir gerakan sama.

2.    Tepuk Semangat
a.    Tepuk Semangat…!!! (versi 1)
SE  xxx MA xxx NGAT xxx
SEMANGAT…!!!
Prosedur:
Guru/fasilitator memberikan intruksi Tepuk Semangat…!!! Lalu siswa mengikutinya dengan tepuk pada masing-masing suku kata. Dan yang terakhir, siswa/ peserta meneriakkan dengan kencang kata SEMANGAT sambil menggulung tangan dan mengangkat kedua tangan.
b.    Tepuk Semangat…!!! (versi 2)
Prok prok, prok prok jing nonek noneng 2 x
Yes..!!!
Prosedur:
Guru/fasilitator memberikan intruksi Tepuk Semangat…!!! Lalu siswa mengikutinya sambil tepuk dan gerak. Gerakan jing nonek noneng diikuti dengan melenggok ke kanan dan kekiri sambil mengacungkan jempol., kata Yes dengan menarik kedua tangan ke bawah.

3.    EL ZAHRA….
         Cis cis double double boom boom
     Choki Choki yes yes…
     EL ZAHRA gitu loh..!!!

     Prosedur:
     Kata Cis  Cis   = pegang kening dengan tangan
     Double Double= petikan kedua jari  tangan  didepan badan
     Boom Boom    = pertemukan kedua  kepalan tangan di depan badan
     Choki Choki    = gulung2 kedua tangan
     Yes Yes           = tarik ke bawah kedua tangan
     (….. )*Gitu loh     = majukan tangan dengan posisi mengepal
     Nama (…)* boleh diganti dengan nama lembaga, sekolah, TPA, nama orang, dsb)

4.      Aneka Tepuk 1, 2, 3
a. Tepuk, pegang anggota badan
   Tepuk 1, pegang mata
   Tepuk 2, pegang telinga
   Tepuk 3, pegang hidung
   Bisa divariasikan sampai dengan angka 5, boleh divariasikan  oleh guru/ fasillitator 
   sendiri bagaiman gerakan yang harus dilakukan oleh siswa/ peserta
b.Tepuk, katakan one yes, dst
   Tepuk 1 : Prok…one YES
   Tepuk 2 : Prok Prok… one two, YES YES
   Tepuk 3 : Prok Prok Prok…  one two three YES YES YES
c.Tepuk, katakan hu..hu..
   Tepuk 1, prok hu..
   Tepuk 2, Prok Prok hu..hu..
   Tepuk 3, Prok Prok Prok, hu..hu..hu..
d.Sapaan, lalu tepuk
   Selamat pagi        = prok… (tepuk sekali)
   Selamat siang      = prok prok …(tepuk dua kali)
   Selamat malam   = tepuk  prok prok… (tiga kali)

5.    Pak Guru berkata
      Prosedur:
  • Jika ada perintah yang diawali dengan kata-kata pak guru berkata, maka siswa harus mengikuti intruksi/ perintah guru.
  • Jika tidak ada perintah yang diawali dengan kata-kata pak guru berkata, maka siswa tidak boleh mengikuti intruksi.\
  • Bisa dilakukan dengan duduk atau berdiri dan diharapkan pandangan peserta menuju  fasilitator.
  • Beri apresiasi bagi yang bisa bertahan sampai selesai.
6.    Tepuk gembira- semangat- takjub
      Tepuk gembira…!!!  Prok prok prok…Horee..!!!
      Tepuk semangat…!!! Prok prok prok…Yes…!!!
      Tepuk takjub…!!! Prok prok prok…Wow..kereen..!!!
      Prosedur:
  •  Guru memberikan intruksi, kemudian peserta tepuk, gerak dan melafalkan kata sesuai kesepatan.
  • Gerakan ketika megucap Horee….sambil bergerak gembira mengangkat tangan keatas.
  • Yes…. Tarik kedua kepalan tangan kebawah
  • Takjub…. Ekspresikan mimic takjub dengan menutup kedua tangan pada mulut dan membukanya. 
7.    Tangkap - tepuk
      Prosedur:
  •  Guru/ fasilitator memegang sebuah benda, misal : gumpalan kertas, pulpen, spidol, atau benda yang tidak berbahaya.
  • Guru/ fasilitator melemparkan benda itu keatas dan ketika guru menangkapnya, maka  siswa/ peserta harus tepuk sekali.
  • Guru/ fasilitator mengulangi lagi, seakan-akan guru melempar keatas tapi nayatanya tidak, maka dengan respect siswa/ peserta yang tidak konsentrasi akan tepuk, ulangi lagi gerakannya sampai semua siswa/ peserta kembali fokus.
8.    Gajah- semut  
       Prosedur:
  • Ketika guru mengucap gajah, siswa menjawab BESAR, tapi diikuti gerakan membuat lingkaran BESAR dengan menggunakan tangan.
  • Ketika guru mengucap semut siswa menjawab KECIL, tapi diikuti gerakan membuat lingkaran BESAR dengan menggunakan tangan.
  • Ulangi lagi sampai siswa/ peserta fokus.
9.    Ular-Cacing  
     Prosedur:
  • Ketika guru mengucap ular siswa menjawab PANJANG, tapi diikuti gerakan tangan bergerak mendekat.
  • Ketika guru mengucap cacing siswa menjawab PENDEK, tapi diikuti gerakan tangan bergerak menjauh.
  • Ulangi lagi sampai siswa/ peserta fokus.
10.  Nana nana, Nono Nono, Nano Nano
      Prosedur:
  • Diawal guru/ fasillitator memberikan intruksi bahwa: “ Silahkan ikuti perintahnya sesuai dengan apa yang dikatakan, bukan apa yang saya lakukan."
  • Ketika guru/ fasillitator mengucapkan Nana nana       : peserta mengangkat tangan keatas sambil melambaikan kedua tangan.
  • Nono Nono     : peserta menggeser tangan kedepan sambil melambaikan kedua tangan
  • Nano Nano      : peserta menurunkan tangan kebawah  sambil melambaikan kedua tangan
  •  Peserta WAJIB melihat fasilitator
  • Fasilitator bisa mengecoh dengan mengucapkan kata-kata diatas tapi bergerak dengan ketentuan yang berbeda.
  • Peserta yang tidak FOKUS akan menjalankan gerakan yang salah
  • Ulangi sampai benar dan berikan konsekuensi sesuai kesepakatan bagi yang gerakanya salah.
11.  Cerdas- Cermat
      Prosedur:
  • Mintalah siswa/ peserta berpasangan
  • Tentukan salah satu jadi Cerdas dan yang satu menjadi Cermat
  • Siswa/ peserta diminta untuk berpasangan dan bersalaman, lalu renggangkan tangan 20-30 cm.
  • Jika fasilitator mengatakan Cerdas, maka peserta Cerdas menangkap tangan peserta Cermat, peserta Cermat menghindar.
  • Jika fasilitator mengatakan Cermat, maka sebaliknya peserta Cermat menangkap tangan peserta Cerdas, peserta Cerdas menghindar.Lalu,  fasilitatornya bisa mengecoh dengan mengganti kata-kata dengan, misalnya: Cerpen, Cerita, dsb (buat kata-kata yang awalannya cer)
  • Gunakan intonasi yang sesuai…misalnya: Cerrrrrrrrr…….das,  Cerrrrrrr………mat Cerrrrrrr…….pen
  • Ulangi lagi sampai peserta fokus, dan beri konsekuensi bagi yang belum fokus.

12.  Cerita bersambung
            Prosedur:
  •  Salah satu siswa/ peserta mengawali menyebutkan kalimat.
  •  Siswa/ peserta disampingnya membuat kalimat menggunakan kata terakhir yang disebutkan oleh siswa/ peserta sebelumnya.
  • Terus bergiliran dan beri konsekuensi sesuai dengan kesepakatan bagi yang dalam jangka cepat tidak bisa membuat kalimat.

Ice breaker yang lainnya masih banyak, hanya saja belum tertuliskan semua. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat dan dipraktekkan para pembaca. Selamat mencoba...!!!!
Kalau ada hal-hal yang kurang paham atau kurang jelas, bisa ditanyakan secara langsung.
SEMOGA MANFAAT... ^_^

Senin, 28 September 2015

Dongeng TK Khalifah Jogja



Yogyakarta (19/ 09) Ratusan anak-anak TK Kholifah se-DIY mendengarkan dongeng ceria dari kak Mansur usai melaksanakan praktek manasik haji. Acara dilaksanakan di halaman balai kota Jogjakarta. 


Senin, 14 September 2015

Motivasi SMP N 3 Tempel, Sleman



Motivasi SMP M Plus Magelang




Catatan Kecil di September 2015 (24th)

Mengawali tulisan ini dengan syukur yang tiada terkira untuk Allah SWT yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada hamba untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini. Bersyukur sekali sampai pada usia ke 24 ini masih diberikan kedua orang tua yang lengkap. Orang tua yang telah melahirkan,merawat dan membimbing hingga kini. Orang tua yang rela mendoakan putra putrinya dengan tulus hati. Orang tua yang rela mengorbankan apapun demi anaknya dan perjuangannya yang luar biasa, tidak lain dan tidak bukan agar putra putrinya bisa meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Sekali lagi, terimakasih yang tiada terkira kepada kedua orang tuaku disana,semoga sehat selalu dan selalu dalam lindunganNya.
Teruntuk semua guru-guruku yang tak bisa ku sebutkan satu persatu, kami sampaikan terimakasih atas semua ilmu yang diberikan. Entah, sudah berapa banyak guru yang telah mengajarkan ilmunya kepada saya hingga usia ke 24 ini, semoga ilmu yang disampaikan menjadi ilmu yang bermanfaat dan dibalas dengan pahala  yang tiada terputus.
Terimakasih kepada adekku, sahabatku yang telah memberikan kejutannya, benar-benar membuatku terharu. Ya… bangun pagi kala itu diatas lemari nampak ada sebuah laptop adekku. Didepannnya sudah tertulis sebuah intruksi untuk membukanya dengan coretan spidol yang tertulis di kertas putih. Bikin penasaran isinya. Setelah cuci muka, maka bergegas aku membukanya. Aku terus mengikuti intruksi demi intruksi kala itu, dan ternyata kudapati sebuah video.
Haru bercampur bahagia ketika menontonnya. Ya..nampak ada orang tuaku dalam video itu mengucapkan selamat ulang tahun dan turut mendoakanku. Rasanya adalah hal yang langka, karena memang sebelumnya aku jarang sekali menerima ucapan selamat ulang tahun dari orang tuaku sendiri, apalagi dirayakan. Bahkan, tak pernah. Masa kecilku juga tidak seperti anak-anak orang kaya yang selalu diberi kado yang mahal dan spesial dari orang tua. Tapi bukan itu yang ku harapkan, orangtuaku tiap hari sudah memberikan kado yang luar biasa berupa doa terbaiknya setelah usai sholat. Bagiku, itu merupakan kado yang teramat istimewa. Nampak dalam video itu ucapan dan doa dari sehabat-sahabatku, dan bahkan yang unik adalah ucapan dan doa dari orang di pinggir jalan yang itu tidak ku kenal sebelumnya. Hmm..ada-ada saja. Salut dengan perjuangannya rela berjuang membuat suatu hal yang menurutku butuh perjuangan.
Dan juga terimakasih atas ucapan dan doa dari teman-teman, sahabat-sahabatku, guru-guruku dan semua saja, baik ucapan dan doa secara langsung ataupun via media sosial. Semoga doa kalian diijabah oleh sang Kuasa, dan tentunya Allah membalas dengan pahala yang berlipat buat kalian semua.
****
Di tahun ini, aku berpisah dengan teman-temanku kuliah pascasarjana, tentunya banyak hal yang kudapatkan  dari mereka, baik wawasan, pengetahuan dan pengalaman. Saat ini sebagian besar mereka sudah wisuda dan kembali ke kampung halamannya. Semoga ilmu kalian bermanfaat disana, dan mohon maaf atas segala kekurangannya.
Di tahun ini juga tak menyangka dipertemukan dengan orang yang menurutku luar biasa. ia adalah pak Win seorang owner TK Khalifah. Beliau mempunyai sekitar 10 TK Khalifah di wilayah Jogjakarta. Pengalamannya jungkir balik meniti jalan menuju kesuksesan membuat diriku termotivasi. Allah bisa saja membalikkan segala sesuatu. Sebagaimana pak Win yang dulunya sudah sangat kaya, maka Allah balikkan kekayaan itu menjadi kemiskinan yang menurut beliu sampai level under zero. Tapi mungkin itulah cara Allah mengingatkannya, sampai akhirnya dia bangkit dan menemukan formulasi khusus bahwa untuk menjadi sukses harus bisa menyeimbangkan antara ilmu bumi dan ilmu langit. Ilmu bumi adalah ilmu yang kaitannya dengan manusia dan ilmu tentang seluk beluk dunia usaha sedangkan ilmu langit adalah ilmu tentang bagaimana mendekatkan diri dan menjalin hubungan dengan Allah SWT. Keduanya harus berjalan seimbang, usaha maksimal dan tentunya diselingi dengan ibadah dan doa yang juga maksimal. Akhirnya, dengan jalan itulah beliau bisa kembali bangkit dan berhasil mendirikan 10 TK Khalifah hanya dalam waktu 2 tahun, sungguh pencapaian yang luar biasa. Latar belakang pendidikan beliau tidak ada sangkut pautnya dengan pendidikan, tapi dengan komitmen yang kuat dan kemauan untuk terus belajar, akhirnya suatu hal yang menurut orang itu mustahil, tapi bisa dicapai.
***
Selama menjalani proses kehidupan di umur ke 23 kemaren, tentunya semuanya belum dijalankan dengan maksimal, dan inilah sebagai landasan pacu untuk terus memperbaiki diri di tahun mendatang. Yang jelas, pengalaman-pengalaman baru sudah semakin banyak yang didapatkan, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada.  Tentunya pengalaman-pengalaman itu yang menjadikan diri ini terus tertantang untuk lebih maju, lebih maju dan lebih maju lagi.
Akhir tahun ini aku punya target WISUDA S2. Aku nggak ingin menyia-nyiakan orangtuaku. Sekarang sudah proses penelitian. Semoga saja diberikan kemudahan dan kelancaran untuk segera menyelasaikan kuliah. Target besar selanjutnya di tahun 2016 adalah MENIKAH. Katanya jalan terbaik kalau ingan kaya ya  dengan menikah. Jujur, gejolak terbesar ingin nikah adalah di tahun ini, tapi terkadang dalam hati kecil berpikir uang darimana, nanti kerja apa dan pertanyaan-pertanyaan lain kadang terbesit di kepalaku. Tapi saat ini aku sudah yakin kok, ketika Allah sudah memberikan ridhoNya, maka semua itu akan diberikan jalan keluar dan penyelesaian. Amin ya Allah. Semoga Allah memudahkan langkah-langkahku.
***
Harapannya, diumur ke 24 ini bisa memaksimalkan pengabdianku di Wahid Hasyim sebelum boyong. Selain itu, jam terbang mengisi dongeng dan motivasi bisa semakin meluas dengan kompetensi yang terus bertambah, semakin senang berbagi tiada henti. Semakin menebar manfaat untuk orang banyak. Tahun ini harus lebih baik daripada sebelumnya, baik upgrade ilmunya, akhlaknya, ibadahnya dan pencapaian prestasi yang diraih, tentunya prestasi dunia dan akhirat. Ya Allah, semoga Engkau selalu memberikanku petunjuk, memberikan kemudahan bagi langkah-langkahku menuju masa depan gemilang. Aku tahu bahwa Allah memberiku apa yang kubutuhkan bukan apa yang aku inginkan. Dan aku yakin Allah maha tahu apa yang kubutuhkan dan yang terbaik untuk saat ini.

Jogja, September 2015


Training Motivasi SMP N 2 Sedayu




Senin, 13 Juli 2015

Dongeng SD Muhammadiyah. SAPEN






Dongeng Islami - Alhamdulillah, kali ini kak Mansur mendapatkan kesempatan untuk mengisi dongeng untuk adek-adek SD Muhammadiyah Sapen. Kami sampaikan terimakasih atas amanah yang diberikan. Acara berlangsung lancar dan meriah. Terlihat anak-anak begitu ceria dan fokus menyimak cerita / dongeng yang disampaikan oleh Kak Mansur. Selain mendongeng, kak Mansur juga mengisi kegiatan dengan game-game dan ice breaking yang membuat anak-anak senang mengikuti acara dari awal sampai akhir.



Dongeng MI Maarif Sembego