Dongeng Islami - Alhamdulillah, kali ini kak Mansur mendapatkan kesempatan untuk mengisi dongeng untuk adek-adek SD Muhammadiyah Sapen. Kami sampaikan terimakasih atas amanah yang diberikan. Acara berlangsung lancar dan meriah. Terlihat anak-anak begitu ceria dan fokus menyimak cerita / dongeng yang disampaikan oleh Kak Mansur. Selain mendongeng, kak Mansur juga mengisi kegiatan dengan game-game dan ice breaking yang membuat anak-anak senang mengikuti acara dari awal sampai akhir. Senin, 13 Juli 2015
Dongeng SD Muhammadiyah. SAPEN
Dongeng Islami - Alhamdulillah, kali ini kak Mansur mendapatkan kesempatan untuk mengisi dongeng untuk adek-adek SD Muhammadiyah Sapen. Kami sampaikan terimakasih atas amanah yang diberikan. Acara berlangsung lancar dan meriah. Terlihat anak-anak begitu ceria dan fokus menyimak cerita / dongeng yang disampaikan oleh Kak Mansur. Selain mendongeng, kak Mansur juga mengisi kegiatan dengan game-game dan ice breaking yang membuat anak-anak senang mengikuti acara dari awal sampai akhir. Rabu, 01 Juli 2015
Minggu, 21 Juni 2015
Selasa, 24 Maret 2015
Motivasi Pelajar Turi
Pagi itu, saya
diberikan kesempatan untuk memberi motivasi sukses ujian nasional kepada
siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA di Kecamatan Turi. Sebuah kebahagian
tersendiri bisa mengisi event yang menurut saya luar biasa ini. Event ini
diadakan oleh kader IPNU IPPNU kecamatan Turi. Acara di
Sesie selanjutnya pun giliran saya
untuk beraksi. Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur karena peserta bisa
terbawa suasana training yang fun, mengubah dan menggugah. Terlihat senyum dan
tawa bahagia dari peserta training. Dan terkadang tetesan air mata yang keluar
dari mereka menunjukkan adanya tekad yang kuat untuk melakukan sebuah perubahan
besar. Menjadi pribadi yang lebih siap untuk menghadapi ujian yang tak lama
lagi akan tiba. Hanya itu yang bisa dilakukan, semoga pertemuan singkat itu
benar-benar membawa hasil yang maksima. Ku tunggu prestasi kalian dalam sebuah
peperangan yang akan kalian menangkan berupa ujian nasional. Salam sukses….!!!
Ahad, 15 Maret 2015
Motivasi MAKESTA IPNU Depok
Awal bulan
ini, tepatnya hari Ahad, 1 Februari 2015
saya bersama kader-kader NU muda yaitu para peserta MAKESTA (Masa Kesetiaan
Anggota) yang diselenggarakan IPNU IPPNU PAC DEPOK. Ya..kala itu saya
mendapatkan kesempatan untuk memberikan motivasi kepada mereka. Acara di gelar
di Aula PP. Suni Darussalam.
Alhamdulillah, dari awal sampai
akhir berjalan lancar. Terlihat, para peserta sungguh antisias mengikuti acara
ini setelah sebelumnya juga diisi kegiatan yang cukup padat. Dengan semangat
berbagi, saya berusaha memberikan training secara maksimal. Sungguh, mereka
luar biasa, kader-kader NU militan. Gela tawa selama pelatihan menghiasi acara
pada pagi itu, menambah acara semakin hangat.
Tak hanya tawa, tapi tangispun
menghiasi acara pada pagi itu. Saya
sedikit menguraikan materi tentang orang tua, sehingga diantara mereka banyak
yang meneteskan air mata. Para peserta latihan memanjatkan doa dengan penuh
khusyu’ dan sungguh-sungguh. Saya yakin, mereka mereka akan menjadi kader
militan NU yang militant dan cinta akan perdamaian. Selamat belajar dan
berproses adek-adekku.
Jogja, 3 Februari
2015
Bahagia dengan Mereka
Terimakasih ya
Allah..telah memberikan kebahagian kepadaku yang luar biasa. Aku sangat
bersyukur bisa menghirup udara di bumiMu. Hari ini pun aku merasakan
kebahagiaan luar biasa. Selain hidup bersama teman-teman yang fun, aku juga
hidup bersama anak-anak hebat. Wahid Hasyim telah mempertemukan kita semua.
MI Wahid Hasyim merupakan sebuah
tempat bersejarah bagiku. Ya.. tempat inilah yang mempertemukanku dengan
orang-orang luar biasa. Begitu juga cintaku, ternyata ketemunya juga disini.
Pokoknya, disini aku bisa belajar banyak hal dan mendapatkan pengalaman yang
luar biasa yang mungkin tidak aku dapatkan di tempat lain.
Hari ini, anak-anak cukup membuatku bahagia. Mengajari
ngaji anak-anak merupakan sebuah tugas mulia dan Alhamdulillah, aku senang
ketika mereka bisa mengikutinya dengan baik. Puas hati ini, kebagiaan yang
tidak bisa diukur dengan sebuah materi. Selanjutnya, aku mengajar ekstra qiroah
di madrasah. Alhamdulillah juga..mereka cukup antusias dengan cara mengajarku.
Tidak boring dan bisa mereka terima. Ilmu seni baca Al Quran yang terkesan
sulit, ternyata jika disampaikan dengan fun akan lebih mudah ditangkap oleh
anak-anak. Dan di Wahid Hasyim lah aku belajar tentang ini. Sungguh puas
rasanya, sudah bisa mengantarkan murid menjuarai lomba 1 MTQ Tingkat Kabupaten dan Juara 3 tingkat Propinsi.
Semoga saja, tidak berhenti sampai disini. Prestasi-prestasi selanjutnya semoga
bisa diraih.
Terimakasih semuanya teman-temanku,
anak-anakku dan dia yang telah mewarnai kehidupan ini sehingga indah dan
menyenangkan untuk dilalui. Sekali lagi terimakasih dan rasa syukur yang luar
biasa kepada Tuhan semesta alam yang telah memberikan anugrah berupa
kebahagiaan.
Jogja, 26
Januari 2014
KEGIGIHAN SEORANG IBU
Terminal Giwangan (08/01/15). Di
sela2 menunggu jemputan di terminal Giwangan Yogyakarta. Kutemui seorang perempuan
yg sdah mulai menua, terlihat jelas keriput di wajahnya. Wanita tangguh ini
adalah tukang ojek dan seorang kuli panggul. Kita ngobrol banyak hal. Akhirnya,
dia menceritakan sebuah lika liku kehidupannya yang membuatku terharu.
Ibu-ibu tukang ojek itu rela
bekerja demikian utk mempertahankan hidupnya bersama ke 6 anaknya. Anak yg
pertama masih duduk dibangku SMA, anak yg terakhir masih brumur 3 tahun. Yg
lebih mengharukan lagi adalah ibu ini ditinggal pergi suaminya ke kota Padang
dan smpai saat ini blm kmbali. Komunikasipun terputus, anak dan istrinya
ditelantarkan tak pernah sepeserpun dikirimi uang.
Itulah yg mlatarbelakangi beliau harus berjuang luar biasa demi anak-anaknya.
Itulah yg mlatarbelakangi beliau harus berjuang luar biasa demi anak-anaknya.
Pernah suatu ketika, ibu ini pergi
ke Padang dan melacak keberadaan suaminya. Ya..karena memang saat itu suaminya
pergi merantau ke kota Padang untuk bekerja. Setelah bertanya tanya dg
perusahaan tempat suaminya bekerja, akhrnya ketemulah alamatnya.
Ternyata setelah dilacak alamat
rumahnya, suaminya sudah tak lagi ada dirumah itu. Hanya didapati seorang ibu
yang sudah punya 1 anak balita. Beliau adalah istri muda yg juga ditinggal
pergi dan tidak dinafkahi. Aku pun hanya tertegun dan terharu mendengar cerita
itu.
Semoga saja ibu ini tegar dan kuat menjalani ujian ini.
Semoga saja ibu ini tegar dan kuat menjalani ujian ini.
Bagi seorang istri, harusnya
brsyukur mempunyai suami yg brtanggung jwab. Berikan kasih sayang terbaik dan
doakan suami agar tetap di jalanNya.
Bagi seorang sumai dan calon suami.
Yuk.. kita brusaha menjadi lelaki yang bertanggungjawab. Kasihan, bila terjadi
peristiwa seperti yang menimpa ibu itu, harus berjuang keras mempertahankan
kehidupannya tanpa seorang suami yg menafkahinya dan anak-anaknya.
Jogja, 16
Januari 2015
PENGAMEN BERDAKWAH
Bus Mulyo (07/01/15
Lalu, naiklah pengamen selanjutnya.
Mereka adalah dua orang pemuda yang terlihat rock and rool dengan pakaian
compang camping seadanya. Namun, yang ku salut dengan mereka adalah lagu yang
dibawakannya adalah lagu yang menurutku cukup menghibur para penumpang. Lebih
dari itu, lagunya bernilai dakwah dan mengajak orang untuk berbuat kebaikan.
Secara teks aku kurang hapal secara lengkapnya, namun ada beberapa pesan-pesan
yang bisa saya tangkap dari lagu itu.
Lagu itu mengingatkan kita akan
kehidupan dunia ini yang sementara. Hidup di dunia ibarat “mampir ngombe”, karena hidup yang sebenarnya adalah kehidupan
akhirat yang kekal abadi. Makanya, mumpung masih hidup di dunia mari kita
persiapkan bekal sebanyak-banyaknya. Dalam lagu tersebut, kita diajak untuk
melakukan ibadah sholat dengan baik, karena memang sholat merupakan ibadah yang
dihisab pertama kalinya di akhirat kelak. Lagu itu juga mengingatkan kita agar
tidak menjadi orang yang pelit. Sebagai orang muslim sudah sewajarnya harus
peduli dengan orang lain. Kepedulian itu
salah satunya bisa dengan media sedekah. Sedekah merupakan sebuah amalan yang
harus kita biasakan. Tanpa dibiasakan, memang sedekah terasa sulit. Dimulai
dari nominal yang kecil, tak masalah. Namun, tiap hari terus ditingkatkan, tiap
hari terus ditingkatkan, dan tentunya
kita juga harus meningkatkan derajat keikhlasan kita.
Sebenarnya ada banyak pesan-pesan
dari lagu itu, yang membuat hati ini tersentuh dan merasa kembali diingatkan.
Terimakasih pemuda pengamen yang mengingatkan kita lewat lagu dakwahnya. Ternyata
tidak hanya seorang Kyai/ Ustadz saja yang bisa menyampaikan dakwah. Dakwah
saat ini, tidak harus secara formal dalam forum pengajian dan forum-forum
resmi. Aktivitas kita pun bisa bernilai dakwah ketika kita bisa menginspirasi
orang lain untuk melakukan kebaikan.
Saking senengnya saya hari itu,
saya pun memberikan nominal yang tidak biasanya kepada mereka. Saya pun ingin
mengetahui lebih lanjut dan mempelajari lagu-lagunya. Ku tanya nomer yang bisa
dihubungi, ternyata mereka tidak hapal nomer handphonenya. Akhirnya, kuberikan
kartu namaku supaya nantinya tetap bisa menjalin silaturrahim dengannya. Terimakasih mas Pengamen atas lagunya yang
menginspirasi, semoga suatu saat bisa berjumpa dengan mereka untuk mempelajari
lagu-lagu yang penuh hikmah. Tak terasa, saat itu bus sudah hampir memasuki terminal
giwangan, merekapun turun dari bus itu. Kudapatkan pesan yang luar biasa.
Ternyata pesan-pesan kebaikan itu tidak hanya kita dapatkan dari seorang dai,
mubaligh, penceramah, motivator dan sebagainya. Namun, kita bisa belajar
tentang pesan-pesan kebaikan dengan siapa saja apapun profesinya dan dimanapun
tempatnya. Mari, jadi pembelajar sejati.
Jogjakarta, 16 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)














