
Kegemaran/ hobi
tilawatil qur’an mulai kurang diminati orang dan cenderung ditinggalkan atau
terkalahkan dengan hobi yang lain yang cenderung lebih berkelas dan beenuansa
hiburan. Padahal kalau kita cermati banyak hal yang kita dapatkan ketika kita
belajar seni baca Al Qur’an. Lalu timbulah pertanyaan, mengapa harus belajar
tilawatil qur’an?
Pertanyaan
sederhana diatas perlu kita jawab guna memberikan pemahaman kepada kita semua akan
pentingnya belajar seni baca Al Qur’an. Belajar seni tilawatil qur’an menjadi
penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan para qori’ dan qori’ah. Saat
ini tidak banyak yang mempelajari seni baca Al Qur’an. Apalagi dikampung-kampung,
jarang sekali ditemukan. Kalau toh ada hanya segelintir orang, atau ada yang
bisa tapi orang yang sudah bisa dibilang sepuh. Lalu, mana kader mudanya.
Karena terbatasnya orang yang bisa seni baca Al Qur’an, akhirnya masyarakat
yang mempunyai hajat harus mencari qori’ qoriah dari luar daerah. Coba saja,
kalau setiap kampung/ pemukiman terlahir para qori’ qori’ah, maka tak akan
susah lagi para shohibul hajat mencari qori’ qoriah untuk mengisi sebuah acara.
Secara lebih rinci
belajar tilawatil qur’an menjadi penting karena mempunyai banyak manfaat, yang
meliputi manfaat untuk diri sendiri dan manfaat untuk publik:
1. Manfaat untuk diri sendiri
a.
Sebagai sarana terapi mental
Kenapa saya sebut
sebagai terapi mental, karena ini erat hubungannya dengan mental atau hati
seseorang. Kita bisa merasakan sendiri apabila kita melantunkan firman Allah
dengan bacaan yang indah nan syahdu, maka kita akan merasakan akan ketenangan
dan ketentraman batin. Hal ini juga sangat berpengaruh pada kadar keimanan kita akan kekuasaan Allah.
b.
Mendapatkan pahala
Membaca Al Qur’an
adalah sebuah ibadah yang bernilai pahala. Tak ubahnya membaca ayat-ayat Al
Qur’an dengan lagu yang indah. Itu malah mejadi nilai tambah bagi pembacanya
untuk mendapatkan balasan dar Allah berupa pahala yang otomatis Allah berikan
ketika kita membacanya dengan ikhlas dengan harapan mengharap keridhoaan Allah.
c.
Mencerdaskan otak
Hal inilah yang
banyak orang belum tahu. Sebenarnya tanpa kita sadari seni baca Al Qur’an bisa
mengasah dan mencerdaskan otak kita. Kenapa bisa demikian? Karena lagu dalam
seni bacaan al qur’an mempunyai ciri khas tersendiri yang akan mengasah otak
kita. Otak kita berusaha mengingat ingat lengkukan/ cengkok lagu tilawah, dan
dalam proses mengingat-ingat lagu itulah otak kita terasah sehingga otomatis
bisa mencerdaskan otak kita. Bagaikan pisau, pisaupun harus diasah agar pisau
itu menjadi tajam. Begitu halnya dengan otak, otak pun harus terus diasah agar
menjadi otak yang cerdas. Dengan belajar tilawatil qur’an juga akan
menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan kita.
2. Manfaat untuk publik
a.
Sebagai sarana penyejuk hati
Melantunkan bacaan Al Qur’an dengan lagu ternyata
mempunyai manfaat yang besar bagi pendengarnya. Apabila kita melagukan
ayat-ayat suci alqur’an dengan indah, syahdu dan penuh rasa keikhlasan, maka
akan memberikan kesehjukan dan ketentraman pada hati kita.
Dalam hal ini ada satu riwayat yang bisa kita ambil
pelajaran untuk kita. Pada suatu ketika datanglah seseorang kepada sahabat
rasulullah SAW bernama Ibnu Mas’ud untuk meminta nsihat. “Wahai Ibnu Mas’ud,
berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang gelisah. Dalam
beberapa hari ini hatiku terasa tidak nyaman dan tidak tentram.” Kata orang
tersebut.
Lalu Ibnu Ma’ud menasehatinya dengan mengatakan, “Kalau penyakit itu
yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat. Pertama, ke tempat
orang yang membaca Al Qur’an, engkau dengarkan baik-baik orang yang membaca Al
Qur’an, atau engkau pergi ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada
Allah, atau engkau cari waktu dan tempat yang sunyi disana, lalu kau berkhalwat
menyembah Allah.”
Riwaat diatas
menguatkan bahwa mendengarkan bacaan al qur’an bisa membuat hati kita menjadi
tenang, yang imbasnya kepada peningkatan kadar keimanan seseorang kepada Allah
SWT. Luar biasa bukan?
b.
Memenuhi kebutuhan masyarakat.
Seperti yang telah dikemukakan diawal tadi, sampai saat ini para qori’
qoro’ah masih dibutuhkan dalam memenihi kebutuhan masyarakat untuk mengisi
berbagai acara,baik itu pernikahan, peringatan hari besar islam, khitanan atau
yang lainnya. Dalam hal ini para qori’ qoriah tidak dianjurkan untuk memberikan
patokan dalam pembayaran qori’ qori’ah. Para qori’ qori’ah harus menyadari
bahwa niatan membaca al qur’an dalam sebuah acara adalah sebuah bantuan dan amal.
Kalau toh diberi imbalan, ya....syukuri saja, karena itu rezeqi dari Allah.
Tapi perlu diingat, orientasi utama belajar seni baca al quran adalah bukanlah
itu.
c.
Sebagai wahana syiar islam
Seni baca al qur’an ternyata mempunyai manfaat sebgai wahana syiar islam.
Syiar islam yang dimaksud disini adalah menyampaikan pesan Allah melalui
firman-firmanya yang disampaikan kepada khalayak umum dengan lagu yang indah. Wahana syiar islam juga tampak dalam berbagai
event-event perlombaan tilawatil qur’an yang seru kita kenal dengan Musabqoh
Tilawatil Qur’an (MTQ). Disinilah sangat jelas eksistensi islam dalam menyuarakan
firman Allah.
d.
Sarana mencetak generasi Qur’ani
Manfaat lain seni tilawatil qur’an adalah sebagai sarana mencetak generasi
Qur’ani. Yaitu generasi yang mencintai Al Qur’an yang terecrmin dalam 5 M yaitu
membaca, mengartikan, memahami, mengamalkan, mengajarkan. Diharapkan terlahir generasi muslim yang
gemar membaca al qur’an, tahu artinya, paham maknanya, senantiasa mengamalkan
isinya dan mengajarkannnya kepada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar