
Satu
hal yang saya senangi ketika masuk kuliah di pertemuan pertama adalah masih
santai. Belum banyak membahas materi, perkenalan, kontrak belajar dan satu hal,
dosen banyak cerita dan memberikan motivasi lewat pengalaman hidupnya. Saya adalah
tipe orang yang mudah terbakar semangatnya atau gampang luluh jika mendengarkan
sebuah cerita. Terlebih kalau itu pengalaman hidupnya sendiri.
Begitu
pula, saat kuliah perdana dengan bapak Dr. Agus Nur Yatno, M. Pd. Beliau dengan
semangat luar biasa menyampaikan kisah hidupnya menurut saya bisa memberikan
motivasi kepada para mahasiswanya. Di awal beliau menyampaikan, bahwa hidup ini
butuh kerja keras. Beliau menceritakan banyak hal yang beliau bisa capai karena
satu hal yaitu kerja keras. Usai menyelesaikan studi S1 di UII (Universitas
Islam Indonesia) beliau melanjutkan kuliah S2nya di Kanada. Sebuah pencapaian
yang menurut saya luar biasa. Hal ini beliau bisa capai dengan proses yang
ternyata luar biasa. Beliau bersaing dengan teman2nya se –Indonesia, mengikuti
berbagai tahapan seleksi yang panjang dengan proses berdarah-darah. Namun,
akhirnya beliau memetik hasil yang luar biasa, ya..bisa kuliah ke luar negeri.
Pada
jenjang S2, beliau juga sangat tekun dan tak menyia-nyiakan waktunya untuk
kegiatan yang tak bermanfaat. Beliau mempunyai mimpi untuk bisa wisuda dengan
cepat dan wisuda bersama para bule-bule. Untuk mencapai mimpi itu, beliau
melakukan sebuah kerja keras yang luar biasa. Di kala orang lain sibuk dengan
hal-hal yang tak ada manfaatnya, beliau ternyata menyibukkan dirinya dengan
mengerjakan tesis. Di kala teman-temannya terlelap tidur, beliau bangun. Beliau
terus menerus berjuang untuk menyelesaikan tesisnya. Mungkin, tulisan ini tak
bisa mewakili proses beliau yang sungguh dahsyat. Singkat cerita, beliau
menyelesaikan tesisnya dan mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian terbuka. Ternyata,
hari itu adalah hari terakhir pendaftaran ujian terbuka. Tapi dengan semangat
dan kegigihan yang luar biasa beliau mampu mengikuti ujian terbuka dan akhirnya
bisa wisuda dengan para bule-bule. Begitu halnya sampai beliau kuliah di S3,
nampaknya kerja keras menjadi sebuah kunci sebuah keberhasilan. Hal ini
bukanlah soal kepandaian, tapi soal seberapa besar kita mau bekerja keras. Sungguh,
proses yang menurut saya luar biasa.
Beliau
menambahkan, hidup ini hanyalah sekali. Akan sangat rugi sekali kalau kita
hanya berada di Indonesia, atau hanya menetap di Sapen Yogyakarta. Kita harus
mempunyai mimpi untuk bisa keluar negeri, apalagi umur kita masih di rasa muda.
Masih sangat memungkinkan, kata beliau. Kita harus berani bermimpi yang yang
besar, bermimpi yang tinggi. Segala sesuatu yang kita mimpikan, pasti akan bisa
terwujud bila kita mau bekerja keras. Kita harus yakin dengan mimpi kita, yakin
untuk bisa mewujudkannya. Bila kita yakin, maka alam semesta akan turut
memberikan dukungan kepada kita untuk mewujudkan mimpi kita.Selamat mememimpikan hal-hal besar !
Jogja, 20 Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar