Selasa, 02 September 2014
Road Show Training dan Cerita Kak Maman
Ramadhan tahun ini (1435 H)
memang berbeda dengan ramadhan tahun lalu. Untuk ramadhan tahun ini penuh
terisi dengan kegiatan-kegiatan yang lumayan menyita tenaga dan pikiran. Tapi
tak begitu masalah bagiku, kita niatkan saja untuk bisa berbagi dan membawa manfaat untuk orang banyak. Bukankah
sebaik-baik orang adalah orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain.
Untuk jadwal selama bulan ramadhan adalah sebagai
berikut:
Selasa, 1 Juli : Kultum dan Imam Tarawih MI WH
Rabu, 2 Juli : Cerita dan Motivasi TPA El Zahra
Kamis, 3 Juli : Kultum Masjid SD N Ambarukmo
Jumat, 4 Juli : Motivasi BUBER kelas VIII B MTs WH
Sabtu, 5 Juli : Training Motivasi TPA Hidayatul Muttaqin
Training Motivasi TPA Al Arifin
Ahad, 6 Juli : Motivasi PA Amanah Ngampilan
Senin, 7 Juli : Kultum Tarawih mushola Bapak. Nurdin
Selasa, 8 Juli : Kultum Shubuh asjid Baiturrahim
Kamis, 10 Juli : Cerita dan Motivasi MI WH
Sabtu, 12 Juli : Dongeng
TPA Pasekan, Maguwo
Ahad, 13 Juli : Kultum Masjid SD N Ambarukmo
Senin, 14 Juli : Kultum shubuh masjid Baiturrahim
Selasa, 15 Juli : Dongeng RA UIN Suka
Rabu, 16 Juli : Kultum shubuh Masjid Ar Rofi’ Ngropoh
Kultum tarawih Masjid Suropadan
Training Motivasi SMP N 2 Yogyakarta
Training Motivasi SMK YPPN Yogyakarta
Dongeng TPA dusun Pondok, Depok
Kamis, 17 Juli : Dongeng SD N Kentungan
Training Motivasi SMP N 1 Yogyakarta
Dongeng SD Idea Baru
Jumat, 18 Juli : Training Motivasi SD N Kentungan
Sabtu, 19 Juli : Training Motivasi SMP N 1 Kalasan
Dongeng TPA Rejobinangun
Ahad, 20 Juli : Dongeng TPA Al Haq Dusun Pondok
Senin, 21 Juli : Training Motivasi SMP N 6 Yogykarta
Selasa, 22 Juli : Dongeng TPA Saptosari, Gunung Kidul
Rabu, 23 Juli : Training Guru TPA Galur Kulonprogo
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah semua agenda bisa
terlaksana dengan lancar. Selama ramadhan, saya diberikan kesehatan, kemauan
dan kemampuan untuk bisa berbagi senyum keceriaan dan motivasi buat orang
banyak. Dengan kemauan dan tekad yang kuat, saya berusaha memberikan materi
pelatihan yang totalitas kepada peserta.
Saya ingin semua peserta bisa enjoy dan menikmati apa yang saya sampaikan. Dengan demikian, akan
selalu ingat dan dapat mencerna apa yang saya sampaikan. Alhamdulillah,
beberapa trik sulap dan ice breaking bisa saya gunakan sebagai selingan
sehingga tak peserta tak jenuh. Yang jelas, saya ingin biar mereka tidak
ngantuk. Saya punya pengalaman yang sering saya alami. Pengalaman itu adalah
saya sering mengantuk ketika mendengarkan penjelasan dari dosen atau pemateri
seminar, jika mereka hanya menyampaikannya secara monoton apalagi dengan suara
yang pelan. Pengalaman itula yang memberikan motivasi kepada saya agar jangan
sampai auidien mengantuk mengikuti acara training.
Untuk mengatasi hal tersebut, presentasi harus hidup
dengan mengkolaborasikan ceramah interaktif dipadukan dengan story telling, ice
breaking, dan permainan sulap. Insya Allah deh…presentai kita akan memukau.
Semoga saja, langkah saya ini senantiasa diridhoi oleh Allah. Dan harapannya
Hijaz Training Center semakin memberikan manfaat untuk orang banyak. Saya
bertekad kuat untuk terus mengembangkan kemampuan saya, meningkatkan kualitas
diri saya sehingga bisa memberikan presentasi yang semakin baik dan menarik.
Yogyakarta, 15 Agustus
2014
Minggu, 03 Agustus 2014
Minggu, 01 Juni 2014
Training Motivasi bersama TPA AL Fahham
Ruangan terlihat penuh. Ya..ruangan
itu dipenuhi oleh adik2 TPA Al Fahham, Baledono Purworejo. Terlihat, senyum
ceria mereka menatap masa depan. Saat itu, tepatnya Selasa, 27 Mei 2014 saya
mendapatkan kesempatan untuk memberikan suntikan motivasi kepada adik-adik TPA
Al Fahham. Sungguh, sebuah kebahagian yang luar biasa bisa berbagi kepada calon generasi muslim
penerus bangsa.
Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan sukses dan
lancar. Senyum bahagia terpancar dari wajah anak-anak. Acara semakin dahsyat,
dengan aneka ice breaker, video motivasi, senam otak dan tentunya sulap asyik.
Ada yang berkesan, ketika saya melihat ada ibu-ibu yang juga menyimak acara
mengikuti senam otak.Hehe..lucuu… Terlihat sulit, tapi ibu itu tetep terus
mencoba. Begitulah, terus mencoba, maka juga akan bisa. Belum bisa karena belum
biasa.
Satu hal lagi yang sungguh tak kuduga, ternyata pengelola
TPA yang besar itu adalah suaminya guruku MAN (Bu Siti Tafrijiyah, S.Pd.I).
Alhamdulillah, rasa syukur yang luar biasa, bisa sekalian silaturrahim ke rumah ibu guruku ketika MAN. Senang rasanya
bisa bertemu guru yang sudah lama tak bertemu. Semoga saja hadirnya ananda
kesana menjadi sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi beliau. Dan harapannya,
apa yang sudah saya sampaikan bisa diterima oleh anak-anak untuk menjadi
generasi cerdas dan berakhlak mulia.
Untuk para panitia, salam dahsyat dan kompak. Terihat,
para panitia kompak baik seragam ataupun penyelenggaraan acaranya. Semoga saja,
kedepan bisa tambah solid guna mengabdikan diri kita untuk mendidik para calon
generasi bangsa. Semoga, apa yang kita lakukan benar-benar diridhoi Allah dan
bermanfaat untuk semua.
Training Jurnalistik Guru Asyik
Ada yang berbeda dengan acara
yang satu ini. Saya diberi kesempatan untuk mengisi acara training jurnalistik
untuk peserta pelatihan guru asyik dan menyenanglan. Acara itu diselenggarakan
oleh Rian Staff Organizer yang dimotori oleh adik kelas ku, bung Soleh
Ariyanto. Baru kali ini aku memberikan sebuah pelatihan yang pesertanya dari
berbagai daerah, dan dengan bermacam-macamnya prosesi, mulai dari mahasiswa,
guru bahkan sampai dosen.
Namun demikian, saya harus tetap berusaha dengan penuh
percaya diri menyampaikan apa yang saya pahami. Jujur, memang ada perasaan ewuh prekewuh ketika harus mengisi
sebuah pelatihan yang pesertanya lebih senior daripada kita. Dengan keberanian
dan sebuah keyakinan, ternyata itu semua bisa saya lalui.
Ada yang beda dari training ini, tak sekedar training
jurnalistik, tapi juga ada tambahan senam otak dan ice breaker sebagai
oleh-oleh peserta. Terlihat, para peserta yang sebagian besar bapak-bapak dan
ibu-ibu itu sangat menikmatinya. Semoga saja, memang benar-benar membawa
manfaat. Harapannya, para peserta bisa mencoba untuk menulis dan mengirimkannya
ke media. Yang terpenting bukan dimuat atau tidaknya, tapi keberanian kita
untuk mencoba. Orang sukses adalah orang mencoba kembali untuk bangkit ketika
dirinya gagal.
Jogja, 30 Mei 2014
Cerita dan Motivasi di SD Muh. Pajangan
Salut, melihat kekompakan para guru di SD Muhammadiyah Pajangan.
Dengan kepala sekolah dari kaum perempuan tapi mampu menjadikan lembaga
pendidikan itu cukup mengalami kemajuan. Tampak dari kemajuan itu adalah jumlah
siswanya yang banyak. Begitulah, kesan yang saya dapat ketika diminta untuk
memberikan cerita dan motivasi di sekolah tersebut tepatnya, pada hari Senin,
26 Mei 2014.
Disana, terdapat temanku sewaktu kuliah. Sudah beda dari
yang dulu. Orangnya tetap sama, tapi ternyata sudah beda panggilannya. Hartanti Sulihandari, begitulah nama
lengkapnya. Dulu kerap dipanggil mbak Ndari, tapi sekarang anak-anak di sekolah
dimana ia mengajar, memanggilnya bu Tanti. Hehe…Beruntung, sekolah itu mendapat
seorang guru yang tergolong berprestasi ketika menempuh study dulu.
Bahagia, melihat anak-anak bisa tersenyum bahagia melepas
kepenatan yang ada. Dibuka dengan senam otak untuk menyeimbangkan otak kanan
dan otak kiri siswa, sekaligus sebagai sarana refreshing bagi mereka.
Prestisius….anak-anak asyik menikmatinya. Suasana semakin cair ketika
mendengarkan cerita dan atraksi sulap. Tak hanya itu, anak-anak dilatih untuk
bergerak dan bernyai. Hal ini untuk melatik otak motorik siswa. Kegiatan
semacam ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Semoga saja, tidak hanya
pesan moral yang didapatkan, tetapi juga sebagai wahana refreshing untuk
melepas kepenatan yang mungkin selama ini dirasakan ketika belajar. Semoga
saja, mereka tumbuh menjadi siswa yang tak hanya cerdas intelektualnya tetapi
juga cerdas menta spiritualnya.
Jogja, 27 Mei 2014
Training Leadership Kamapuriska
Sebuah kebanggaan yang luar
biasa saat itu bisa satu forum bersama para pengurus baru Kamapuriska.
Kamapuriska singkatan dari Keluarga Mahasiswa Purworejo UIN Sunan Kaijaga
Yogyakarta. Organisasi ini merupakan organisasi kedaerahan yang menaungi para
mahasiswa/i UIN Suka yang berasal dari Purworejo.
Saat itu, Ahad 25 Mei 2014 merupakan sebuah moment
spesial bagi Kampauriska. Yaa..karena saat itu dilangsungkan prosesi pelantikan
pengurus baru yang diharapkan membawa perubahan bagi Kampauriska untuk lebih
eksis dan maju. Kala itu, saya diminta untuk memberikan motivasi kepada
pengurus baru tentang kepemimpinan/ leadership dalam organisasi. Tidak banyak
yang saya sampaikan. Yang terpenting, sebuah rasa kebersamaan dalam organisasi
harus bisa terbentuk sehingga terwujudnya sebuah team work yang kompak.
Seorang pemimpin setidaknya harus bisa mengayomi
anggotanya, membagi adil job-job yang ada sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
anggotanya, serta bersikap demokratis dalam menentukan sebuah keputusan dalam
organisasi. Dalam menghadapi masalah dalam organisasi, tentunya seorang
pemimpin harus bisa memecahkanya dengan cepat dan tepat.
Selanjutnya, kami ucapkan selamat dan sukses kepada ketua
dan pengurus Kamapuriska yang baru. Masa depan dan warna kampauriska akan
ditentukan oleh kinerja kalian. Semoga bisa bekerja professional dalam
mengemban amanah kepengurusan. Dengan didasari rasa cinta dan ketulusan, insya
Allah segala sesuatunya bisa menjadi
mudah dan sukses dalam membawa Kamapuriska menjadi lebih eksis dan
bermanfaat untuk semua.
Jogja, 27 Mei 2014
Sebuah Catatan Kecil: Pengajian Haul XV KH. Abdul Hadi bin K. Syafii
Malam
itu, tepatnya hari Jumat, 30 Mei 2014 suasana pondok pesantren Wahid Hasyim
berbeda dengan hari-hari biasa. Halaman pesantren dipenuhi oleh para jamaah
yang sebagian besar berpakaian serba putih. Mereka adalah santri PP. Wahid
Hasyim, masyarakat, dan juga jamaah mujahadah dzikrul ghofilin. Kedatangan
mereka tidak lain untuk turut mendoakan almarhum almaghfurlah KH. Abdul Hadi
bin. K. Syafi’i sebagai pendiri pesantren Wahid Hasyim.
Dalam kesempatan pengajian Haul XV
almaghfurlah KH. Abdul Hadi bin K. Syafi’i, bapak Dr. KH. Shofiyullah Muzammil
selaku penceramah menyampaikan banyak hal. Ada beberapa hal yang penulis
tangkap dari apa yang disampaikan beliau.
Di awal, beliau menyampaikan tentang
perbedaan kenapa kalau rasul itu yang diperingati hari lahirnya, sedangkan kyai
yang diperingati adalah hari wafatnya. Beliau mengungkapkan kenapa seperti itu karena
seorang rasul itu ma’sum, artinya terjaga. Sejak rasul lahir saja memang sudah
menunjukkan keajaiban-keajaiban yang ada pada dirinya, sampai pada beliau wafat
tetap terjaga baik dalam tingkah laku dan tutur katanya. Sedangkan, seorang
kyai tak selamanya terjaga. Banyak sekali ternyata yang dulunya kyai, tapi pada
akhirnya tergoda oleh godaan dunia, baik itu harta atau wanita. Fakta demikian
menunjukkan bahwa seorang kyai tak selamanya bisa terjaga sampai beliau wafat.
Oleh sebab itulah hari wafatnya yang diperingati.
Adanya peringatan Haul XI KH. Abdul
Hadi ini, setidaknya kita bisa mengambil pelajaran dari almarhum, bagaimana
tingkah laku dan tutur kata beliau semasa hidupnya, betapa besar jasa-jasa dan
perjuangannya untuk menyiarkan agama Islam kepada masyarakat. Dengan istiqomah,
almarhum melakukan ibadah dan mengajarkan Islam kepada masyarakat. Begitulah
faktanya, sehingga almarhum memang layak untuk dihauli dan didoakan oleh para
jamaah tiap tahunnya.
Refleksi:
Dari paparan diatas, lalu TIMBUL
PERTANYAAN, KIRA-KIRA KALAU KITA SEMUANYA INI MENINGGAL KELAK AKAN DIHAULI TIDAK YA? Jawaban atas
pertanyaan demikian adalah ada pada diri kita masing-masing. Sudahkah kita
bertingkah laku, bertutur kata yang baik. Sudah banyakkah amal sholih kita,
sudah banyakkah jasa-jasa kita untuk mengajarkan Islam. Sedikit flash back
melihat fenomena wafatnya Gus Dur, membuat kita tercengang memang. Ketika
beliau wafat, ribuan orang dari penjuru
tanah air berbondong-bondong untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau. Dari para pejabat,
presiden wakil presiden sampai pada orang kecil semuanya turut untuk memberikan
penghormatan terakhir dan mendoakan beliau. Tak cukup hanya sampai disitu,
bahkan sampai saat ini makam Gus Dur masih menjadi tempat yang selalu diziarahi
oleh masyarakat, tak henti-hentinya para peziarah mendoakan almarhum. Sungguh,
luar biasa yaa…
Tak berhenti sampai disini, walaupun
Gus Dur sudah wafat tapi manfaatnya masih dirasakan oleh masyarakat. Roda
perekonomian masyarakat khususnya di Jombang menjadi terangkat. Hal ini
dikarenakan banyak yang menjadi pedagang di area jalan menuju makam Gus Dur.
Ya..kembali lagi bertanya, apakah kelak kalau kita meninggal juga akan seperti
itu terus didoakan dan membawa manfaat untuk orang lain?
Apa yang harus dilakukan?
Lalu, apa yang harus kita lakukan supaya
seperti beliau-beliau diatas? Pastinya kita juga ingin, ketika meninggal nanti
banyak yang mendoakan kita sehingga meringankan beban kita diakhirat.
Setidakanya,
pak Shofi menyampaikan 3 hal yang sebenarnya ini juga sudah familier di telinga
kita.
Yang pertama, shodaqoh jariyah. Kita harus perbanyak shodaqoh jariyah.
Shodaqoh yang paling efektif adalah untuk pembangunan masjid/ pesantren atau
memberikan bantuan untuk menopang aktivitas pendidikan. Sejauh masjid itu
digunakan untuk ibadah maka pahala orang yang beribadah juga akan mengalir
kepada diri kita. Sejauh bantuan itu digunakan untuk aktivitas pendidikan dan
masih berlangsung, maka pahala orang yang menjalankan aktivitas pendidikan itu
secara otomatis juga akan mengalir ke diri kita, tanpa mengurangi pahala orang
yang bersangkutan. Sungguh, fenomenal bukan..
Kedua, ilmu yang bermanfaat. Sejauh kita mengajarkan ilmu yang itu
lalu terus diamalkan, maka pahala orang yang mengamalkan ilmu itu juga akan
mengalir ke diri kita. Pak Shofi, mencontohkan agar para orang tua bisa
mengajari surat Al fatihah kepada putra-putrinya, jangan diserahkan ke ustadz,
karena al fatihah itu dibaca setiap hari dalam sholat dan peribadatan, sehingga
ketika anak membacanya maka otomatis orang yang mengajari pertama kalinya juga
akan turut mendapatkan pahala. Subhanallah..
Ketiga, anak sholih dan sholihah. Kalau kita mempunyai anak yang
sholih dan sholihah maka itu adalah sebuah aset yang besar. Anak-anak kitalah
yang nantinya akan mendoakan kita baik ketika kita hidup di dunia sampai ketika
kita meninggal. Betapa senangnya, kalau anak-anak kita selalu mendoakan kita.
Selanjutnya, pak Shofi juga
menyampaikan tentang fenomena yang berkembang saat ini. Beliau menyampaikan, kalau
para kyai-kyai yang alim itu sudah yang meninggal, maka akan muncul kyai tiban.
Kyai yang hanya berbekal sorban dan polesan ala kyai dan tampil di TV. Dengan
enaknya bisa menjawab segala permasalahan tanpa sebuah ilmu yang melandasinya. Jika
yang terjadi seperti itu, maka yang terjadi adalah sesat dan menyesatkan.
Masyarakat akan tersesat menjalankan ajaran agama yang salah. Makanya, sebagai
seorang santri hendaknya kita terus menuntut ilmu sampai khatam. Jangan sampai
bangga, terkadung ditokohkan dan dikyaikan, lalu menjadi enggan lagi untuk
menuntut ilmu dan mengaji. Untuk itu, santri Wahid Hasyim diharapkan mampu
pelopor untuk mencetak alumni yang cerdas dan tentunya berakhlak mulia. Karena
banyak orang yang pinter tapi keblinger, ini karena moralitas atau akhlaknya
tidak diperhatikan.
Itulah sedikit uraian singkat apa
yang disampaikan oleh bapak Shofi. Sebenarnya, masih banyak yang belum
tertuliskan di lembar ini. Namun, karena terbatasnya space dan waktu maka
dicukupkan sampai sini dulu ya... Mari, melalui peringatan Haul XI KH. Abdul
Hadi kita terus berupaya meneladani beliau, meneruskan perjuangan beliau, menjadikan
Yayasan PP. Wahid Hasyim ini menjadi ladang beramal, mengabdi, berkhidmah untuk
menghasilkan lulusan-lusan yang benar-benar berkualitas baik intelektual dan
mental spiritualnya.
Terakhir…
Kita
ucapkan YES…I CAN…!!!
Diawali
sebuah keyakinan yang kuat dan usaha yang maksimal, semoga apa yang menjadi
visi misi YPPWH bisa tercapai. Amin.
PP.
WH, 31 Mei 2014
Langganan:
Postingan (Atom)













