Minggu, 04 Mei 2014

Training Motivasi “Menjadi Guru TPA Kreatif”

Ahad (04/05/14), Hijaz Training Center (HTC)  kembali diberikan kepercayaan  untuk mengisi acara training motivasi “Menjadi Guru TPA Kreatif”. Acara diselenggarakan oleh LPM. PP Wahid Hasyim.  Sungguh, takjub ketika melihat para peserta yang tidak lain adalah para mahasiswa-mahasiswi merelakan waktunya untuk belajar bersama menambah wawasan dan motivasi untuk menjadi guru TPA  kreatif. Lalu, timbul pertanyaan, Kenapa guru TPA harus kreatif sie?
Ya..guru TPA tak cukup hanya pintar secara materi tapi juga harus kreatif karena santri TPA adalah masih berada dalam dunia anak. Anak suka dengan hal yang menyenangkan, sehingga seorang guru TPA harus bisa mengemas materi dan pembelajaran dengan kreatif sehingga suasana menyenangkan itu akan terjadi. Kondisi anak dalam keadaan rileks dan senang memudahkan kita untuk mentransfer value pada mereka.
Yang ditawarkan pemateri adalah kreatif melalui BBM (Bermain,Bercerita dan Menyanyi). Setidaknya, itulah yang harus dipunyai oleh seorang guru TPA. Kalau guru TPA sudah bisa mengusai 3 hal itu, sudah barang tentu santri TPA aku senang dengan kita, sehingga materi bisa tersampaikan dengan baik.
Untuk para guru TPA, selamat belajar, berlatih dan pasti kalian akan berhasil. Teruslah mengabdi dan berjuang, yang salah satunya melalui mendidik anak-anak menjadi generasi cerdas dan berkarakter melalui TPA.


Jogja, 5 Mei 2014

Senin, 21 April 2014

Training Motivasi Sukses Ujian SD N Ketiwijayan

Entah, berapa tahun aku tidak mengunjungi sekolahku ketika SD dulu. Ya..sebuah Sekolah Dasar di sebuah desa kecil di kecamatan Bayan. Ialah desa Ketiwijayan, desa yang subur dan penuh kedamaian, tempatku hidup dan bermain sejak kecil.
            Kala itu, Sabtu, 19 April 2014 dengan mengucap syukur Alhamdulillah aku dan temanku SD dulu (Panji Prasetyo) juga kakak kelasku yang kini sudah menjadi guriu disana (Mbak Nadhir) bisa menyapa kembali adik-adik di SD dan juga bisa melepas kangen bersama para guru SDku dulu. Tapi sudah banyak berubah, ternyata hanya tinggal beberapa guru saja yang aku kenal. Sebagian dari mereka sudah melewati masa pensiun atau di pindah tugaskan.
            Sedikit mengingat guru-guru SDku diantaranya adalah Bu Mami, Bu Siti, Bu Yatini, Pak Hartoyo, Pak Tusrin, Pak Royo,  Pak Adi, Bu Sundari, dan  Pak Suryono. Seingatku hanya itu. Ya..merekalah yang mendidikku sejak kecil, mulai dari mengajariku membaca, menulis, dan berhitung. Sungguh, sebenarnya banyak memori yang tersimpan ketika SD dulu.
            Teringat, kala itu aku anak yang cengeng, sering nangis jika diejek teman, tak berani melawan. Kemampuanku juga pas pasan, tapi dengan sabar beliau-beliau mendidikku dengan penuh ketulusan.  Kini, tak terasa, dengan segala keterbatasan kemampuanku, aku sudah bisa menyelesaikan pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA sampai pada Perguruan Tinggi. Rasa syukur yang mendalam, kini masih bisa studi lanjut di jenjang S2. Sungguh, aku sampaikan terimakasih yang tak terkira kepada guru-guruku SD dulu yang telah mendidikku sehingga aku bisa seperti sekarang ini. Saya hanya bisa berdoa, semoga bapak/ ibu guru senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, rezeqi barokah dan manfaat serta segala hajatnya dikabulkan oleh Tuhan YME.
***
            Mungkin inilah yang bisa kupersembahkan untuk almamaterku tercinta SD N Ketiwijayan, khususnya untuk adik-adikku kelas 6. Tepatnya tanggal 19 April 2014 aku menyempatkan diri untuk memberikan Training Motivasi Ujian. Sungguh, kebahagiaan yang luar biasa bisa bertemu mereka yang masih polos dan lugu. Aku berusaha untuk bisa menghibur mereka dengan penampilanku yang memukau. Alhamdulillah bisa membuat mereka gembira dan sejenak melepas kepenatan yang mereka alami.
            Saya berusaha memberikan motivasi kepada mereka tentang bagaimana supaya sukses dalam menempuh ujian. Tak lupa, saya senantiasa memberikan inspirasi inspirasi lewat sebuh cerita. Pada sesi akhir, saya mendorong mereka untuk mempunyai impian yang besar. Sungguh, luar biasa..mereka menuliskan cita-cita besar dalam hidupnya selain memperoleh nilai UN yang baik. cita-cita besar itu ialah impian mereka ketika sudah dewasa nanti. Ada yang mempunyai impian ingin menjadi seorang pilot, polisi, polwan, pramugari, guru, bahkan sampai pemain sepak bola. Dengar-dengar dari wali kelas, memang ada yang sudah masuk seleksi di tim sepak bola nasional. Wahh…keren sekali…saya hanya bisa berdoa semoga impian-impian tadi suatu saat bisa menjadi sebuah kenyataan.
            Selalu semangat adik-adikku, kalian adalah anak yang hebat. Pasti suatu saat impian itu akan terwujud. Yang terpenting adalah terus berusah dan berdoa. Semoga apa yang menjadi impian kita semua bisa tercapai. Amin.
-           

                                    Depok, 21 April 2014




Minggu, 13 April 2014

Cerita dan Sulap di Olimpiade Al Qur'an ke-4

Kali ini Kak Maman kembali beraksi untuk berbagi cerita pada acara Olimpiade Al Qur’an ke 4 yang diselenggarakan oleh MI Wahid Hasyim. Acara diselenggarakan pada hari Ahad, 13 April 2014 di area gedung MI Wahid Hasyim. Pesertanya terdiri dari adik-adik kita dari TK/ RA dan TPA se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
            Untuk ke sekian kalinya mengisi cerita, ternyata sudah lebih bisa menjiwai lagi alur cerita. Terlihat, para peserta tampak antusias mendengarkan cerita. Hmmm..alhamdulillah. Hal yang membahagiakan adalah bisa membuat mereka ketawa dengan cerita dan penampilan kita. Sungguh, keceriaan mereka membuat hati bahagia. Semoga dari merekalah terlahir menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter Qur’ani.
            Yang lebih berkesan lagi, saya tak hanya mengisi cerita, tapi juga praktik sulap. Ini merupakan pengalaman pertama menampilkan sulap di hadapan para audiens dari anak-anak sampai orang dewasa. Sungguh, menakjubkan mereka memberikan apreasiasi yang bagus. Alhamdulillah, penampilan pertama bisa sukses dan lancar. Semoga ini menjadi awalan yang baik untuk terus menampilkan yang terbaik untuk para peserta. Terimakasih, atas semua bantuan teman –teman  yang relah berjuang menyelenggarakan acara Olimpiade Al Qur’an sehingga bisa berjalan dengan sukses dan lancar. Terakhir, sukses untuk MI Wahid Hasyim, jayalah selalu…!!!

                                                Depok, 13 April 2014

Selasa, 08 April 2014

"Cerita Pemilu"

         Rabu, 9 April 2014 merupakan hajat besar bangsa Indonesia. Ya..hari ini merupakan pesta demokrasi Indonesia. Masyarakat Indonesia berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih wakil rakyat.
Demikian pula saya, pada awalnya memang ada keinginan untuk GOLPUT saja. Alasannya ya macam-macam:
1.      Opini yang beredar di masyarakat, semua parpol sudah rusak. Katanya sie begituu…hehe..
2.    Pengalaman yang sudah-sudah, para wakil rakyat yang sudah duduk di kursi pemerintahan pada nggak amanah, mencuri uang rakyat alias KORUPSI. Jika demikian, maka tak akan jauh beda dengan wakil rakyat yang baru. Toh ternyata, sebagian caleg yang nyalon juga orang-orang lama.
3.    Berita yang beredar di media massa dan elektronik ternyata banyak yang mengungkap berita miring tentang angota dewan. Mulai dari anggota dewan yang mangkir rapat, rapat tapi tidur, sampe tindakan asusila dan amoral yang dilakukan anggota dewan.
4.      Saya sendiri juga kurang paham dengan caleg-calegnya, dan awalnya bingung mau milih siapa. Inilah yang membuat malas nyoblos. Toh saya nggak kenal siapa yang saya coblos.

            Beberapa alasan itulah yang dulu mendasari untuk GOLPUT saja. Tapi kalau dipikir pikir lagi, hmm…sepertinya saya tetap harus menggunakan hak suara saya.
            Ya..sebagai warga negara yang baik, saya tetap harus memilih. Yang banyak digembor-gemborkan di mana-mana, 5 menit menentukan 5 tahun. Hari ini menentukan wajah anggota dewan selama 5 tahun mendatang yang akan membangun negeri ini.
            Akhirnya, saya putuskan untuk pulang ke Purworejo dech…ya…untuk mencoblos. Hari itu, saya mau naik motor. eE..denger2 kereta Prameks JOGJA –KUTOARJO hanya 6000 tarifnya. Haha.. Alih-alih pilih yang murah, saya pun pake kereta prameks.
            NGGAK TAHUNYA, terjadi keterlambatan sampe 1,5 jam. Tadinya berangkat jam setengah 6 tapi malah berangkatnya jam 7. Hmm…capek dech..
            Tapi nggak papa, efek keterlambatan kereta saya bisa ketemu sama teman-teman purworejo. Mulai dari teman satu angkatan sekolah, adik-adik2 kelas, keponakan dan teman-teman lain. Hmm…jadi asyik ngobrol dan nggak jenuh deh. Walaupun sampe rumah jam 9. 15 nggak papa2 dech..diniati ibadah untuk silaturrahim dengan orang tua.
****
            Hari ini pun, SAYA BISA MENCOBLOS di TPS deket rumah saya. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memilih para wakil rakyat sesuai dengan hati nurani dan penilaian saya. Semoga saja yang saya pilih adalah yang terbaik .
            Yaa..lumayan lah. Saya juga bisa bercengkerama dengan orang-orang kampong, bisa bertegur sapa dan berbagi senyuman. Semoga saja kampung ini tetap menjadi kampung yang aman, damai dan sejahtera.
Ayoo..ayoo…yang belum nyoblos…segera datang ke TPS…!!!
Gunakan hak suara ANDA !!! Selamat Mencoblos..!!!


Purworejo, 9 April 2014

Training For MC Mahasiswa

Ahad, 6 April 2014 merupakan pertama kalinya saya diminta untuk mengisi training for MC (Master of Ceremony. Acara di selenggarakan oleh temen2 EO OSWAH di gedung AHC Center. Alhamdulillah..berbekal pengalaman menjadi MC yang selama ini saya alami menjadi bekal yang luar biasa untuk menjadi seorang MC.
Pertama kali yang harus dibangun oleh para calon-calon MC adalah rasa percaya diri. Percaya diri adalah modal awal yang harus dipunyai seorang MC. Jika sudah PD, maka segala sesuatupun bisa dilakukan, tinggal menolah kemampuan.
Dalam training ini saya banyak menyampaikan point point penting yang harus diperhatikan oleh seorang MC, diantaranya: Vokal, ekpresi, intonasi, artikulasi, gesture (bahasa tubuh) dan lain sebagainya.
Seorang MC juga harus pandai mengelola sebuah acara, peka jika terjadi perubahan acara mendadak. Penampilan juga merupakan hal terpenting untuk diperhatikan. Penampilan MC yang menarik akan membuat daya tarik tersendiri bagi para peserta. Yang terpenting adalah berpakain rapi, tidak norak dan menyesuaikan tema acara.
Diakhir sesi training, sebagai follow up training, peserta praktek langsung untuk menjadi MC. Hal ini sebagai latihan para peserta setelah mendapatkan materi training. Semoga manfaat.. :)                                                                                         

                                                                                          Purworejo, 9 April 2014





Jadwal kereta JOGJA-KUTOARJO




Temen-teman…
Ini jadwal kereta YOGYA- KUTOARJO.

KERETA
YOGYA-KTA
KTA-YOGYA
PRAMEKS
06. 42
08.45
AJISAKA
08.20
10.15
SRI WEDARI NON AC
15. 40
17.30
PRAMEKS
17.29
19.00

*)Sumber: print out jadwal Customer Service PT. KAI (hehe..)

Semoga bermanfaat. :) :) :)

Minggu, 30 Maret 2014

Ceria dan Bahagia di TFT batch 10

Sabtu- Minggu /29-30 Maret 2014, para peserta yang datang dari seluruh Indonesia memadati gedung SPA Yogyakarta untuk shering pengalaman dan menambah ilmu untuk AUD (Anak Usia Dini) bersama 5 master yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya.hehe..Dua hari itu, rasanya berjalan begitu cepat. Seakan  dua hari masih kurang untuk mengikuti training itu.   
Ya..sungguh tak menyangka, baru pertama kali ini saya mengikuti training bersama para peserta lain yang kebanyakan adalah guru-guru TK/ RA, walaupun ada beberapa peserta dari kalangan akedemisi, mahasiswa, master hypnosis, dan profesi lain.
Terlihat, mereka dengan penuh semangat mengikuti TFT. Memang, mereka ULAMA (Usia Lanjut Masih Semangat, mencuplik kata Kang Deden)..hehe..peace ya bunda!!!
Dari 5 pemateri, semuanya hebat-hebat. Pemateri pertama, beliau Kak Adi Kitana. Sungguh memukau penampilannya, beliau mengajak kami ngakak juga. Beliu mengajari kami teknik cipta lagu. Ternyata setelah mendengarkan pemaparan beliu, untuk mencipatakan lagu itu tak sesulit yang dibayangkan. Buat para bunda dan peserta, selamat mencoba dech..!!! Kak Adi  menunggu karya kita lho,,,,
Pemateri kedua adalah Kak Wuntat, waahh…mantap nie. Beliau ini masternya dongeng. Sesepuhnya SPA lagi..ckckckc.. tapi ini hebatnya pendongeng, walaupun sudah sepuh masih saja di panggil Kak. Haha..makanya kalau mau awet muda dipanggil Kak, jadi pendongeng aja.
Beliau menyampaikan teknik-teknik bercerita juga diselingi dengan banyak praktek, sehingga para peserta juga tak hanya mendapatkan teori, tapi juga bisa langsung praktek. Ada yang terlihat masih malu-malu, ada juga yang sudah PD, yaa..inilah proses kita belajar. Dengan penampilannya yang memakau, lagi-lagi bisa membuat kita tertawa lepas. Lucuu…inilah yang terkesan dalam benak kami, para peserta. Dengan suara-suara khasnya membuat kami juga terheran –heran, KOK bisaaa yaa…Suatu saat kita juga PASTI BISA….sekali lagi PASTI BISA….!!!
Materi cerita disambung oleh Kak Aris Pahlawan Bertopeng, beliau menyampaikan banyak hal tentang teknik membuka, mempertahankan dan menutup cerita. Hal ini memang penting dipahami oleh para pendongeng. Pendongeng harus bisa mengkondosikan para peserta dulu di awal dengan aneka Ice Breaking dan membukanya dengan kesan awal yang begitu menggoda, dengan demikian para peserta tertarik untuk mendengarkan cerita kita. Hebatnya Kak Aris ini adalah beliu bisa menirukan suara-suara makhluk lain dan suaranya hampir persis. MANTAP dech…tapi nggak tahu nie, kalau menirukan makhluk ghaib bisa nggak ya..!!!hehe..
Hari berikutnya, meteri disambung oleh Kak Ari Gami dengan materi seni melipat kertas (kiri gami). Lagi –lagi saya dan para peserta lain terheran-heran, bisa-bisanya yaa..sehelai kertas bisa jadi macem-macem bentuk ciptaan Allah. Subhanalloh…inilah yang menjadi kami semakin tertarik untuk terus belajar mendalaminya. Terlihat, para bunda dan peserta lain membuat hasil karya dari seni melipat kertas. Hasilnya, dahsyatttt…bisa juga yaaa ternyata. Berbagai produk pun berhasil dibuatnya. Terus berlatih dech bundaaa….
Adanya training ini, ternyata tak sebatas para peserta dari para trainer. Tetapi, para peserta juga bisa belajar dari peserta lain. Lihat saja, pada sesi pembuatan game/ ice breaking untuk AUD, para pesertadari berbagai daerah menunjukkan kebolehannya menampilkan ice breaking. Disinilah, para peserta bisa belajar dari pesert lain untuk nantinya bisa menerapkan di TKnya masing-masing. Mantappp dech...baru tahu juga,,,ternyata guru-guru TK/ RA itu pada kreatif-kretif yaa...!!!hehe.. Salut dech buat para bunda, semoga terus bisa dikembangkan. 
Materi terakhir disambung oleh Kang Deden untuk menyampaikan materi Mindset Guru Hebat. Dengan pembawaannya yang AUTIS (Asyik, Unik dan Tetap Narchis), membawa para peserta ketawa ketiwi.xixixixi..hahahaa.. Didalamnya banyak Ice Breaking yang membuat para peserta geli-geli gimana gituw…salah satunya adalah senam TREK JING, anggota tubuh dari hidung, mulut, pundak dan semuanya anggota tubuh harus bergerak mengikuti kata trek jing trek jing. Hasilnya apaa…????Lucuuuu BGT…haha..bayangkan semua anggota tubuh harus bergerak mengikuti alunan kata TREK JING. Dahsyatt..!!!
Diakhir sesi training, training ditutup dengan menyanyikan lagu kemesraan yang menambah rasa kekeluargaan dan kebersamaan menyatu padu dalam ruangan itu. Seakan tak rela kita hampir berpisah.hiks hiks hiks. Namun, memang pertemuaan itu harus berakhir. Tapi, semoga perpisahan itu bukan akhir dari pertemuan itu. Semoga nanti tetap bisa jumpa lagi di lain kesempatan. Buat para bunda dan kawan-kawan peserta, selamat berlatih menjadi guru asyik dan menyenangkan. Tak ada murid yang bodoh, yang ada adalah murid yang belum menemukan guru yang cerdas. Yuukk..MOVE ON…!!!
Terakhir, kami sampaikan  banyak terimakasih kepada para master yang telah berbagi ilmu kepada kami yang miskin ilmu. Semoga manfaat dan barokah. hehe..salam dahsyat luar biasa ya!!! 


Jogja, 31 Maret 2014

Training Motivasi MTs Wahid Hasyim

Kali ini, saya diberikan kesempatan untuk memberikan training  Sukses Ujian untuk adik-adik MTs Wahid Hasyim Yogyakarta. Acara di laksanakan pada Kamis, 27 Maret 2014  di gedung MTs Wahid Hasyim. Sekitar 2 jam saya menemani mereka untuk bisa membangkitkan semangat adik2 supaya sukses menghadapi ujian.
Ujian bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. Untuk itu, memang dibutuhkan langkah-langkag jitu dalam menghadapi ujian. Saya menyampaikan banyak hal tentang strategi sukses ujian mulai dari pra UN, saat UN, dan pasca UN.
Dan hal pertama yang harus dirubah, lagi lagi adalah mindset kita dalam menghadapi ujian.  Mindset adalah pola pikir. Terkadang, banyak siswa yang mulai takut, cemas, bahkan stress ketika akan menghadapi ujian. Tapi itu tak akan kita temui jika kita sudah tanamkan dalam iri kita bahwa kita sukses menghadapi ujian. Sukses..sukses dan sukses. Keyakinan itulah di awal yang harus dibangun untuk menghadapi ujian. Buang rasa takut dan cemas, pusatkan keyakinan kita bahwa kita akan sukses menghadapi ujian. Tentunya juga dibarengi dengan belajar dengan sungguh-sungguh, berdoa dan tawakkal.
Semoga ujian tahun ini, adik2 diberikan kesuksesan menghadapi ujian, diberikan nilai yang memuaskan dan tentunya bisa membahagiakan orangtua. Yakinlah…!!!

Jogja, 31 Maret 2014




Minggu, 16 Maret 2014

Belajar dari Pak Muhtarom (Seorang Alumni WH)

Pak Tarom, begitulah panggilan familiernya di kalangan santri WH yang mengenal beliau atau para alumni WH. Kala itu, beliau hadir di Wahid Hasyim untuk mengisi acara Studium General dengan tema “Pentingnya Jiwa Khidmah sebagai Jati Diri Santri”, Selasa, 11 Maret 2014. Sebelum beliau menyampaikan banyak hal, di awal Romo KH. Drs. Jalal Suyuthi, S.H menyampaikan sebuah pengantar. Beliau menyampaikan sosok Pak Tarom yang kala itu sebagai santri sampai sekarang menjadi orang yang sukses.
            Pak Tarom ini dulunya ketika menjadi santri benar-benar sebagai santri berjiwa pengabdi. Ketika menjadi santri pernah juga menduduki posisi penting menjadi lurah pondok. Banyak hal-hal bermanfaat dan jasa-jasa yang telah beliau lakukan di WH. Sungguh, saking setianya dengan WH beliau pun berhasil mempersunting seorang istri yang sama-sama santri WH. Saking setianya dengan Wahid Hasyim, sampai-sampai beliau menyerahkan putranya ke Wahid Hasyim untuk menuntut ilmu, saat ini duduk di MTs Wahid Hasyim. Ya..dari WH untuk WH.
Sosok sederhana
Selanjutnya, bapak Kyai juga menyampaikan Bapak Tarom ini merupakan sosok yang sederhana. Yang menjadi berbeda dengan alumni-alumni lain adalah kalau kebanyakan para alumni yang sowan ke WH, biasanya menunjukkan kesuksesan yang kini telah diperolehnya, dengan menggunakan baju yang necis, bermobil dan seterusnya. Tapi tidak dengan Pak Tarom. Beliau datang ke WH dengan pakaian yang sederhana dan beliau tak menampakkan dirinya dengan mobilnya yang mewah yang di parkir di halaman pesantren. Entah, tak tahu..apakah beliau memakirkan kendaraanya di luar halaman pesantren atau bahkan menggunakan kendaraan umum. Sungguh, luar biasa ya pak Tarom ini. Semoga kita bisa lambat laun menirunya yaa…
            Lebih lanjut, pak Tarom banyak bercerita kepada para santri. NKRI ini bisa berdiri juga atas peran santri, sehingga peran santri juga tak boleh di pandang sebelah mata. Sebagai santri, hendaknya kita harus bisa melestarikan ideologi dan tradisi pesantren sesuai dengan ahlus sunnah wal jama’ah.
            Beliau menyampaikan, ada prinsip prinsip yang perlu kembali di bangun sebagai seoorang santri, diantaranya adalah Kejujuran, Amanah, Keseimbangan, Kerjasama, dan Istiqomah.  Dengan begitu, alumni pesantren akan berbeda dengan alumni yang bukan pesantren. Para alumni pesantren akan mudah diterima oleh masyarakat karena memang di pesantren sudah belajar hal itu.
            Sebagai santri, hendaknya juga terus berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai  dan tradisi pesantren. Budaya dan tradisi pesantren yang kini sudah terbangun adalah menjadi barang langka di luar sana, sehingga harus terus dipertahankan.
Penting mana, kuliah atau pondok?
            Yang terjadi selama ini adalah bahwa santri masih saja mementingkan kuliahnya daripada pondoknya. Dalam artian, pondok menjadi prioritas kedua. Dan memang, adanya seperti itu. Tapi sebagai santri berjiwa pengabdi, harusnya pondok juga menjadi hal yang sama-sama diprioritaskan. Pak Tarom menyampaikan, pondok ibaratkan kawah condrodimuka yang siap menggodok kita menjadi orang yang luar biasa. Karena ilmu di pondok tak bisa di dapat di jenjang perkuliahan. Inilah yang akan menjadikan santri menjadi superhero setelah keluar dari pondok. Jangan berpikir pondok hanya dari segi material. Satu contoh adalah dari pada ngekos mahal mendingan tinggal di pondok, atau contoh lain adalah di pondok kan bisa dapet honor dari mengajar atau yang lainnya. Intinya, jangan sampai berpikir matematis mengenai hal-hal yang kita lakukan di pondok.  Begitulah kiranya, sedikit ulasan yang bisa penulis tangkap dari apa yang disampaikan pak Tarom. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat dan mohon koreksi kalau ada yang kurang pas ya..terimakasih.


Jogja, 16 Maret 2014