Minggu, 01 Juni 2014

Training Motivasi bersama TPA AL Fahham

Ruangan terlihat penuh. Ya..ruangan itu dipenuhi oleh adik2 TPA Al Fahham, Baledono Purworejo. Terlihat, senyum ceria mereka menatap masa depan. Saat itu, tepatnya Selasa, 27 Mei 2014 saya mendapatkan kesempatan untuk memberikan suntikan motivasi kepada adik-adik TPA Al Fahham. Sungguh, sebuah kebahagian yang luar biasa  bisa berbagi kepada calon generasi muslim penerus bangsa.
       Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan sukses dan lancar. Senyum bahagia terpancar dari wajah anak-anak. Acara semakin dahsyat, dengan aneka ice breaker, video motivasi, senam otak dan tentunya sulap asyik. Ada yang berkesan, ketika saya melihat ada ibu-ibu yang juga menyimak acara mengikuti senam otak.Hehe..lucuu… Terlihat sulit, tapi ibu itu tetep terus mencoba. Begitulah, terus mencoba, maka juga akan bisa. Belum bisa karena belum biasa.
            Satu hal lagi yang sungguh tak kuduga, ternyata pengelola TPA yang besar itu adalah suaminya guruku MAN (Bu Siti Tafrijiyah, S.Pd.I). Alhamdulillah, rasa syukur yang luar biasa, bisa sekalian silaturrahim ke  rumah ibu guruku ketika MAN. Senang rasanya bisa bertemu guru yang sudah lama tak bertemu. Semoga saja hadirnya ananda kesana menjadi sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi beliau. Dan harapannya, apa yang sudah saya sampaikan bisa diterima oleh anak-anak untuk menjadi generasi cerdas dan berakhlak mulia.
            Untuk para panitia, salam dahsyat dan kompak. Terihat, para panitia kompak baik seragam ataupun penyelenggaraan acaranya. Semoga saja, kedepan bisa tambah solid guna mengabdikan diri kita untuk mendidik para calon generasi bangsa. Semoga, apa yang kita lakukan benar-benar diridhoi Allah dan bermanfaat untuk semua.

Jogja, 30 Mei 2014



Training Jurnalistik Guru Asyik

     Ada yang berbeda dengan acara yang satu ini. Saya diberi kesempatan untuk mengisi acara training jurnalistik untuk peserta pelatihan guru asyik dan menyenanglan. Acara itu diselenggarakan oleh Rian Staff Organizer yang dimotori oleh adik kelas ku, bung Soleh Ariyanto. Baru kali ini aku memberikan sebuah pelatihan yang pesertanya dari berbagai daerah, dan dengan bermacam-macamnya prosesi, mulai dari mahasiswa, guru bahkan sampai dosen.
      Namun demikian, saya harus tetap berusaha dengan penuh percaya diri menyampaikan apa yang saya pahami. Jujur, memang ada perasaan ewuh prekewuh ketika harus mengisi sebuah pelatihan yang pesertanya lebih senior daripada kita. Dengan keberanian dan sebuah keyakinan, ternyata itu semua bisa saya lalui.
      Ada yang beda dari training ini, tak sekedar training jurnalistik, tapi juga ada tambahan senam otak dan ice breaker sebagai oleh-oleh peserta. Terlihat, para peserta yang sebagian besar bapak-bapak dan ibu-ibu itu sangat menikmatinya. Semoga saja, memang benar-benar membawa manfaat. Harapannya, para peserta bisa mencoba untuk menulis dan mengirimkannya ke media. Yang terpenting bukan dimuat atau tidaknya, tapi keberanian kita untuk mencoba. Orang sukses adalah orang mencoba kembali untuk bangkit ketika dirinya gagal.
Jogja, 30 Mei 2014





Cerita dan Motivasi di SD Muh. Pajangan

     Salut, melihat kekompakan para guru di SD Muhammadiyah Pajangan. Dengan kepala sekolah dari kaum perempuan tapi mampu menjadikan lembaga pendidikan itu cukup mengalami kemajuan. Tampak dari kemajuan itu adalah jumlah siswanya yang banyak. Begitulah, kesan yang saya dapat ketika diminta untuk memberikan cerita dan motivasi di sekolah tersebut tepatnya, pada hari Senin, 26 Mei 2014.
     Disana, terdapat temanku sewaktu kuliah. Sudah beda dari yang dulu. Orangnya tetap sama, tapi ternyata sudah beda panggilannya.  Hartanti Sulihandari, begitulah nama lengkapnya. Dulu kerap dipanggil mbak Ndari, tapi sekarang anak-anak di sekolah dimana ia mengajar, memanggilnya bu Tanti. Hehe…Beruntung, sekolah itu mendapat seorang guru yang tergolong berprestasi ketika menempuh study dulu.
            Bahagia, melihat anak-anak bisa tersenyum bahagia melepas kepenatan yang ada. Dibuka dengan senam otak untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri siswa, sekaligus sebagai sarana refreshing bagi mereka. Prestisius….anak-anak asyik menikmatinya. Suasana semakin cair ketika mendengarkan cerita dan atraksi sulap. Tak hanya itu, anak-anak dilatih untuk bergerak dan bernyai. Hal ini untuk melatik otak motorik siswa. Kegiatan semacam ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Semoga saja, tidak hanya pesan moral yang didapatkan, tetapi juga sebagai wahana refreshing untuk melepas kepenatan yang mungkin selama ini dirasakan ketika belajar. Semoga saja, mereka tumbuh menjadi siswa yang tak hanya cerdas intelektualnya tetapi juga cerdas menta spiritualnya.


Jogja, 27 Mei 2014

Training Leadership Kamapuriska

         Sebuah kebanggaan yang luar biasa saat itu bisa satu forum bersama para pengurus baru Kamapuriska. Kamapuriska singkatan dari Keluarga Mahasiswa Purworejo UIN Sunan Kaijaga Yogyakarta. Organisasi ini merupakan organisasi kedaerahan yang menaungi para mahasiswa/i UIN Suka yang berasal dari Purworejo.
       Saat itu, Ahad 25 Mei 2014 merupakan sebuah moment spesial bagi Kampauriska. Yaa..karena saat itu dilangsungkan prosesi pelantikan pengurus baru yang diharapkan membawa perubahan bagi Kampauriska untuk lebih eksis dan maju. Kala itu, saya diminta untuk memberikan motivasi kepada pengurus baru tentang kepemimpinan/ leadership dalam organisasi. Tidak banyak yang saya sampaikan. Yang terpenting, sebuah rasa kebersamaan dalam organisasi harus bisa terbentuk sehingga terwujudnya sebuah team work yang kompak.
         Seorang pemimpin setidaknya harus bisa mengayomi anggotanya, membagi adil job-job yang ada sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggotanya, serta bersikap demokratis dalam menentukan sebuah keputusan dalam organisasi. Dalam menghadapi masalah dalam organisasi, tentunya seorang pemimpin harus bisa memecahkanya dengan cepat dan tepat.
       Selanjutnya, kami ucapkan selamat dan sukses kepada ketua dan pengurus Kamapuriska yang baru. Masa depan dan warna kampauriska akan ditentukan oleh kinerja kalian. Semoga bisa bekerja professional dalam mengemban amanah kepengurusan. Dengan didasari rasa cinta dan ketulusan, insya Allah segala sesuatunya bisa menjadi  mudah dan sukses dalam membawa Kamapuriska menjadi lebih eksis dan bermanfaat untuk semua.



Jogja, 27 Mei 2014

Sebuah Catatan Kecil: Pengajian Haul XV KH. Abdul Hadi bin K. Syafii

              Malam itu, tepatnya hari Jumat, 30 Mei 2014 suasana pondok pesantren Wahid Hasyim berbeda dengan hari-hari biasa. Halaman pesantren dipenuhi oleh para jamaah yang sebagian besar berpakaian serba putih. Mereka adalah santri PP. Wahid Hasyim, masyarakat, dan juga jamaah mujahadah dzikrul ghofilin. Kedatangan mereka tidak lain untuk turut mendoakan almarhum almaghfurlah KH. Abdul Hadi bin. K. Syafi’i sebagai pendiri pesantren Wahid Hasyim.
      Dalam kesempatan pengajian Haul XV almaghfurlah KH. Abdul Hadi bin K. Syafi’i, bapak Dr. KH. Shofiyullah Muzammil selaku penceramah menyampaikan banyak hal. Ada beberapa hal yang penulis tangkap dari apa yang disampaikan beliau.
            Di awal, beliau menyampaikan tentang perbedaan kenapa kalau rasul itu yang diperingati hari lahirnya, sedangkan kyai yang diperingati adalah hari wafatnya. Beliau mengungkapkan kenapa seperti itu karena seorang rasul itu ma’sum, artinya terjaga. Sejak rasul lahir saja memang sudah menunjukkan keajaiban-keajaiban yang ada pada dirinya, sampai pada beliau wafat tetap terjaga baik dalam tingkah laku dan tutur katanya. Sedangkan, seorang kyai tak selamanya terjaga. Banyak sekali ternyata yang dulunya kyai, tapi pada akhirnya tergoda oleh godaan dunia, baik itu harta atau wanita. Fakta demikian menunjukkan bahwa seorang kyai tak selamanya bisa terjaga sampai beliau wafat. Oleh sebab itulah hari wafatnya yang diperingati.
            Adanya peringatan Haul XI KH. Abdul Hadi ini, setidaknya kita bisa mengambil pelajaran dari almarhum, bagaimana tingkah laku dan tutur kata beliau semasa hidupnya, betapa besar jasa-jasa dan perjuangannya untuk menyiarkan agama Islam kepada masyarakat. Dengan istiqomah, almarhum melakukan ibadah dan mengajarkan Islam kepada masyarakat. Begitulah faktanya, sehingga almarhum memang layak untuk dihauli dan didoakan oleh para jamaah tiap tahunnya.
Refleksi:
            Dari paparan diatas, lalu TIMBUL PERTANYAAN, KIRA-KIRA KALAU KITA SEMUANYA INI MENINGGAL KELAK  AKAN DIHAULI TIDAK YA? Jawaban atas pertanyaan demikian adalah ada pada diri kita masing-masing. Sudahkah kita bertingkah laku, bertutur kata yang baik. Sudah banyakkah amal sholih kita, sudah banyakkah jasa-jasa kita untuk mengajarkan Islam. Sedikit flash back melihat fenomena wafatnya Gus Dur, membuat kita tercengang memang. Ketika beliau wafat, ribuan orang dari penjuru  tanah air berbondong-bondong untuk memberikan penghormatan  terakhir kepada beliau. Dari para pejabat, presiden wakil presiden sampai pada orang kecil semuanya turut untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan beliau. Tak cukup hanya sampai disitu, bahkan sampai saat ini makam Gus Dur masih menjadi tempat yang selalu diziarahi oleh masyarakat, tak henti-hentinya para peziarah mendoakan almarhum. Sungguh, luar biasa yaa…
            Tak berhenti sampai disini, walaupun Gus Dur sudah wafat tapi manfaatnya masih dirasakan oleh masyarakat. Roda perekonomian masyarakat khususnya di Jombang menjadi terangkat. Hal ini dikarenakan banyak yang menjadi pedagang di area jalan menuju makam Gus Dur. Ya..kembali lagi bertanya, apakah kelak kalau kita meninggal juga akan seperti itu terus didoakan dan membawa manfaat untuk orang lain?
Apa yang harus dilakukan?
            Lalu, apa yang harus kita lakukan supaya seperti beliau-beliau diatas? Pastinya kita juga ingin, ketika meninggal nanti banyak yang mendoakan kita sehingga meringankan beban kita diakhirat.
Setidakanya, pak Shofi menyampaikan 3 hal yang sebenarnya ini juga sudah familier di telinga kita.
Yang pertama, shodaqoh jariyah. Kita harus perbanyak shodaqoh jariyah. Shodaqoh yang paling efektif adalah untuk pembangunan masjid/ pesantren atau memberikan bantuan untuk menopang aktivitas pendidikan. Sejauh masjid itu digunakan untuk ibadah maka pahala orang yang beribadah juga akan mengalir kepada diri kita. Sejauh bantuan itu digunakan untuk aktivitas pendidikan dan masih berlangsung, maka pahala orang yang menjalankan aktivitas pendidikan itu secara otomatis juga akan mengalir ke diri kita, tanpa mengurangi pahala orang yang bersangkutan. Sungguh, fenomenal bukan..
Kedua, ilmu yang bermanfaat. Sejauh kita mengajarkan ilmu yang itu lalu terus diamalkan, maka pahala orang yang mengamalkan ilmu itu juga akan mengalir ke diri kita. Pak Shofi, mencontohkan agar para orang tua bisa mengajari surat Al fatihah kepada putra-putrinya, jangan diserahkan ke ustadz, karena al fatihah itu dibaca setiap hari dalam sholat dan peribadatan, sehingga ketika anak membacanya maka otomatis orang yang mengajari pertama kalinya juga akan turut mendapatkan pahala. Subhanallah..
Ketiga, anak sholih dan sholihah. Kalau kita mempunyai anak yang sholih dan sholihah maka itu adalah sebuah aset yang besar. Anak-anak kitalah yang nantinya akan mendoakan kita baik ketika kita hidup di dunia sampai ketika kita meninggal. Betapa senangnya, kalau anak-anak kita selalu mendoakan kita.
            Selanjutnya, pak Shofi juga menyampaikan tentang fenomena yang berkembang saat ini. Beliau menyampaikan, kalau para kyai-kyai yang alim itu sudah yang meninggal, maka akan muncul kyai tiban. Kyai yang hanya berbekal sorban dan polesan ala kyai dan tampil di TV. Dengan enaknya bisa menjawab segala permasalahan tanpa sebuah ilmu yang melandasinya. Jika yang terjadi seperti itu, maka yang terjadi adalah sesat dan menyesatkan. Masyarakat akan tersesat menjalankan ajaran agama yang salah. Makanya, sebagai seorang santri hendaknya kita terus menuntut ilmu sampai khatam. Jangan sampai bangga, terkadung ditokohkan dan dikyaikan, lalu menjadi enggan lagi untuk menuntut ilmu dan mengaji. Untuk itu, santri Wahid Hasyim diharapkan mampu pelopor untuk mencetak alumni yang cerdas dan tentunya berakhlak mulia. Karena banyak orang yang pinter tapi keblinger, ini karena moralitas atau akhlaknya tidak diperhatikan.
            Itulah sedikit uraian singkat apa yang disampaikan oleh bapak Shofi. Sebenarnya, masih banyak yang belum tertuliskan di lembar ini. Namun, karena terbatasnya space dan waktu maka dicukupkan sampai sini dulu ya... Mari, melalui peringatan Haul XI KH. Abdul Hadi kita terus berupaya meneladani beliau, meneruskan perjuangan beliau, menjadikan Yayasan PP. Wahid Hasyim ini menjadi ladang beramal, mengabdi, berkhidmah untuk menghasilkan lulusan-lusan yang benar-benar berkualitas baik intelektual dan mental spiritualnya.
Terakhir…
Kita ucapkan YES…I CAN…!!!
Diawali sebuah keyakinan yang kuat dan usaha yang maksimal, semoga apa yang menjadi visi misi YPPWH bisa tercapai. Amin.


PP. WH, 31 Mei 2014

Minggu, 04 Mei 2014

Training Motivasi “Menjadi Guru TPA Kreatif”

Ahad (04/05/14), Hijaz Training Center (HTC)  kembali diberikan kepercayaan  untuk mengisi acara training motivasi “Menjadi Guru TPA Kreatif”. Acara diselenggarakan oleh LPM. PP Wahid Hasyim.  Sungguh, takjub ketika melihat para peserta yang tidak lain adalah para mahasiswa-mahasiswi merelakan waktunya untuk belajar bersama menambah wawasan dan motivasi untuk menjadi guru TPA  kreatif. Lalu, timbul pertanyaan, Kenapa guru TPA harus kreatif sie?
Ya..guru TPA tak cukup hanya pintar secara materi tapi juga harus kreatif karena santri TPA adalah masih berada dalam dunia anak. Anak suka dengan hal yang menyenangkan, sehingga seorang guru TPA harus bisa mengemas materi dan pembelajaran dengan kreatif sehingga suasana menyenangkan itu akan terjadi. Kondisi anak dalam keadaan rileks dan senang memudahkan kita untuk mentransfer value pada mereka.
Yang ditawarkan pemateri adalah kreatif melalui BBM (Bermain,Bercerita dan Menyanyi). Setidaknya, itulah yang harus dipunyai oleh seorang guru TPA. Kalau guru TPA sudah bisa mengusai 3 hal itu, sudah barang tentu santri TPA aku senang dengan kita, sehingga materi bisa tersampaikan dengan baik.
Untuk para guru TPA, selamat belajar, berlatih dan pasti kalian akan berhasil. Teruslah mengabdi dan berjuang, yang salah satunya melalui mendidik anak-anak menjadi generasi cerdas dan berkarakter melalui TPA.


Jogja, 5 Mei 2014

Senin, 21 April 2014

Training Motivasi Sukses Ujian SD N Ketiwijayan

Entah, berapa tahun aku tidak mengunjungi sekolahku ketika SD dulu. Ya..sebuah Sekolah Dasar di sebuah desa kecil di kecamatan Bayan. Ialah desa Ketiwijayan, desa yang subur dan penuh kedamaian, tempatku hidup dan bermain sejak kecil.
            Kala itu, Sabtu, 19 April 2014 dengan mengucap syukur Alhamdulillah aku dan temanku SD dulu (Panji Prasetyo) juga kakak kelasku yang kini sudah menjadi guriu disana (Mbak Nadhir) bisa menyapa kembali adik-adik di SD dan juga bisa melepas kangen bersama para guru SDku dulu. Tapi sudah banyak berubah, ternyata hanya tinggal beberapa guru saja yang aku kenal. Sebagian dari mereka sudah melewati masa pensiun atau di pindah tugaskan.
            Sedikit mengingat guru-guru SDku diantaranya adalah Bu Mami, Bu Siti, Bu Yatini, Pak Hartoyo, Pak Tusrin, Pak Royo,  Pak Adi, Bu Sundari, dan  Pak Suryono. Seingatku hanya itu. Ya..merekalah yang mendidikku sejak kecil, mulai dari mengajariku membaca, menulis, dan berhitung. Sungguh, sebenarnya banyak memori yang tersimpan ketika SD dulu.
            Teringat, kala itu aku anak yang cengeng, sering nangis jika diejek teman, tak berani melawan. Kemampuanku juga pas pasan, tapi dengan sabar beliau-beliau mendidikku dengan penuh ketulusan.  Kini, tak terasa, dengan segala keterbatasan kemampuanku, aku sudah bisa menyelesaikan pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA sampai pada Perguruan Tinggi. Rasa syukur yang mendalam, kini masih bisa studi lanjut di jenjang S2. Sungguh, aku sampaikan terimakasih yang tak terkira kepada guru-guruku SD dulu yang telah mendidikku sehingga aku bisa seperti sekarang ini. Saya hanya bisa berdoa, semoga bapak/ ibu guru senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, rezeqi barokah dan manfaat serta segala hajatnya dikabulkan oleh Tuhan YME.
***
            Mungkin inilah yang bisa kupersembahkan untuk almamaterku tercinta SD N Ketiwijayan, khususnya untuk adik-adikku kelas 6. Tepatnya tanggal 19 April 2014 aku menyempatkan diri untuk memberikan Training Motivasi Ujian. Sungguh, kebahagiaan yang luar biasa bisa bertemu mereka yang masih polos dan lugu. Aku berusaha untuk bisa menghibur mereka dengan penampilanku yang memukau. Alhamdulillah bisa membuat mereka gembira dan sejenak melepas kepenatan yang mereka alami.
            Saya berusaha memberikan motivasi kepada mereka tentang bagaimana supaya sukses dalam menempuh ujian. Tak lupa, saya senantiasa memberikan inspirasi inspirasi lewat sebuh cerita. Pada sesi akhir, saya mendorong mereka untuk mempunyai impian yang besar. Sungguh, luar biasa..mereka menuliskan cita-cita besar dalam hidupnya selain memperoleh nilai UN yang baik. cita-cita besar itu ialah impian mereka ketika sudah dewasa nanti. Ada yang mempunyai impian ingin menjadi seorang pilot, polisi, polwan, pramugari, guru, bahkan sampai pemain sepak bola. Dengar-dengar dari wali kelas, memang ada yang sudah masuk seleksi di tim sepak bola nasional. Wahh…keren sekali…saya hanya bisa berdoa semoga impian-impian tadi suatu saat bisa menjadi sebuah kenyataan.
            Selalu semangat adik-adikku, kalian adalah anak yang hebat. Pasti suatu saat impian itu akan terwujud. Yang terpenting adalah terus berusah dan berdoa. Semoga apa yang menjadi impian kita semua bisa tercapai. Amin.
-           

                                    Depok, 21 April 2014




Minggu, 13 April 2014

Cerita dan Sulap di Olimpiade Al Qur'an ke-4

Kali ini Kak Maman kembali beraksi untuk berbagi cerita pada acara Olimpiade Al Qur’an ke 4 yang diselenggarakan oleh MI Wahid Hasyim. Acara diselenggarakan pada hari Ahad, 13 April 2014 di area gedung MI Wahid Hasyim. Pesertanya terdiri dari adik-adik kita dari TK/ RA dan TPA se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
            Untuk ke sekian kalinya mengisi cerita, ternyata sudah lebih bisa menjiwai lagi alur cerita. Terlihat, para peserta tampak antusias mendengarkan cerita. Hmmm..alhamdulillah. Hal yang membahagiakan adalah bisa membuat mereka ketawa dengan cerita dan penampilan kita. Sungguh, keceriaan mereka membuat hati bahagia. Semoga dari merekalah terlahir menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter Qur’ani.
            Yang lebih berkesan lagi, saya tak hanya mengisi cerita, tapi juga praktik sulap. Ini merupakan pengalaman pertama menampilkan sulap di hadapan para audiens dari anak-anak sampai orang dewasa. Sungguh, menakjubkan mereka memberikan apreasiasi yang bagus. Alhamdulillah, penampilan pertama bisa sukses dan lancar. Semoga ini menjadi awalan yang baik untuk terus menampilkan yang terbaik untuk para peserta. Terimakasih, atas semua bantuan teman –teman  yang relah berjuang menyelenggarakan acara Olimpiade Al Qur’an sehingga bisa berjalan dengan sukses dan lancar. Terakhir, sukses untuk MI Wahid Hasyim, jayalah selalu…!!!

                                                Depok, 13 April 2014

Selasa, 08 April 2014

"Cerita Pemilu"

         Rabu, 9 April 2014 merupakan hajat besar bangsa Indonesia. Ya..hari ini merupakan pesta demokrasi Indonesia. Masyarakat Indonesia berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih wakil rakyat.
Demikian pula saya, pada awalnya memang ada keinginan untuk GOLPUT saja. Alasannya ya macam-macam:
1.      Opini yang beredar di masyarakat, semua parpol sudah rusak. Katanya sie begituu…hehe..
2.    Pengalaman yang sudah-sudah, para wakil rakyat yang sudah duduk di kursi pemerintahan pada nggak amanah, mencuri uang rakyat alias KORUPSI. Jika demikian, maka tak akan jauh beda dengan wakil rakyat yang baru. Toh ternyata, sebagian caleg yang nyalon juga orang-orang lama.
3.    Berita yang beredar di media massa dan elektronik ternyata banyak yang mengungkap berita miring tentang angota dewan. Mulai dari anggota dewan yang mangkir rapat, rapat tapi tidur, sampe tindakan asusila dan amoral yang dilakukan anggota dewan.
4.      Saya sendiri juga kurang paham dengan caleg-calegnya, dan awalnya bingung mau milih siapa. Inilah yang membuat malas nyoblos. Toh saya nggak kenal siapa yang saya coblos.

            Beberapa alasan itulah yang dulu mendasari untuk GOLPUT saja. Tapi kalau dipikir pikir lagi, hmm…sepertinya saya tetap harus menggunakan hak suara saya.
            Ya..sebagai warga negara yang baik, saya tetap harus memilih. Yang banyak digembor-gemborkan di mana-mana, 5 menit menentukan 5 tahun. Hari ini menentukan wajah anggota dewan selama 5 tahun mendatang yang akan membangun negeri ini.
            Akhirnya, saya putuskan untuk pulang ke Purworejo dech…ya…untuk mencoblos. Hari itu, saya mau naik motor. eE..denger2 kereta Prameks JOGJA –KUTOARJO hanya 6000 tarifnya. Haha.. Alih-alih pilih yang murah, saya pun pake kereta prameks.
            NGGAK TAHUNYA, terjadi keterlambatan sampe 1,5 jam. Tadinya berangkat jam setengah 6 tapi malah berangkatnya jam 7. Hmm…capek dech..
            Tapi nggak papa, efek keterlambatan kereta saya bisa ketemu sama teman-teman purworejo. Mulai dari teman satu angkatan sekolah, adik-adik2 kelas, keponakan dan teman-teman lain. Hmm…jadi asyik ngobrol dan nggak jenuh deh. Walaupun sampe rumah jam 9. 15 nggak papa2 dech..diniati ibadah untuk silaturrahim dengan orang tua.
****
            Hari ini pun, SAYA BISA MENCOBLOS di TPS deket rumah saya. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memilih para wakil rakyat sesuai dengan hati nurani dan penilaian saya. Semoga saja yang saya pilih adalah yang terbaik .
            Yaa..lumayan lah. Saya juga bisa bercengkerama dengan orang-orang kampong, bisa bertegur sapa dan berbagi senyuman. Semoga saja kampung ini tetap menjadi kampung yang aman, damai dan sejahtera.
Ayoo..ayoo…yang belum nyoblos…segera datang ke TPS…!!!
Gunakan hak suara ANDA !!! Selamat Mencoblos..!!!


Purworejo, 9 April 2014